PENGARUH PRE-STRAIN TERHADAP DISTORSI DAN PERAMBATAN RETAK FATIK SAMBUNGAN LAS MIG PADA PENGELASAN BAJA SS400

N, IGNATIUS HENRY ADI (2015) PENGARUH PRE-STRAIN TERHADAP DISTORSI DAN PERAMBATAN RETAK FATIK SAMBUNGAN LAS MIG PADA PENGELASAN BAJA SS400. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (452Kb) | Preview

    Abstract

    IGNATIUS HENRY ADI NAGORO. NIM: S951302003, 2015. Pengaruh Pre-Strain Terhadap Distorsi Dan Perambatan Retak Fatik Sambungan Las Mig Pada Pengelasan Baja SS400. Komisi Pembimbing I: Dr. Triyono, S.T., M.T. Pembimbing II: Dr. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T. Tesis Program Studi Magister Teknik Mesin. Program Pasca Sarjana. Universitas Sebelas Maret Surakarta Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi distorsi pada proses pengelasan dengan metode pre-strain, dan mendapatkan informasi tentang pengaruh pre-strain terhadap karakteristik mekanis hasil pengelasan, juga untuk mengetahui pengaruh pre-strain terhadap laju perambatan retak fatik. Pengukuran distorsi hasil pengelasan spesimen yang di pre-strain menunjukkan bahwa pre-strain dapat mengurangi distorsi pengelasan sebesar 50% hingga 74%. Hasil Foto Makro mengindikasikan bahwa peningkatan ukuran penetrasi daerah las dan HAZ terjadi karena peningkatan derajat sensitivitas logam induk SS400. Hasil Foto Mikro pada logam induk yang di pre-strain menunjukkan adanya rekristalisasi statis sehingga menghasilkan twin boundaries yang membuat ukuran butiran nengecil dan merubah garis sumbu butir ferrite dan pearlite. Hasil Foto Mikro di daerah las menunjukkan bahwa pre-strain mengakibatkan terjadinya strain hardening dikarenakan adanya dislokasi atom ferrite dan pearlite sehingga ukuran butiran pada logam induk menjadi lebih kecil. Sementara itu, pre-strain juga mengakibatkan pertumbuhan retak pada celah batas butir yang sangat berpengaruh pada pembentukan fasa saat dilakukan pengelasan. Pada daerah lasan, proses strain hardening mengakibatkan peningkatan fasa widmanstaten ferrite (WF) sehingga dapat meningkatkan kekuatan lasan. Pengujian fatik spesimen CT tanpa pre-strain dan yang dipre-strain 1%, 3%, dan 5% yang dilakukan pada suhu ruangan dengan rasio pembebanan 0,1 mereduksi siklus fatik seiring dengan peningkatan tingkat pre-strain. Penurunan jumlah siklus fatik terjadi karena pengaruh peningkatan dislokasi densitas sehingga menghasilkan tatanan struktur butiran baru dengan tingkat dislokai densitas berbeda. Kemudian, medan gaya yang dihasilkan dari dislokasi struktur menurunkan slip plane dan homogenitas deformasi plastis. Kata Kunci : metode pre-strain, SS400, distorsi pengelasan, regangan sisa, perambatan retak fatik, fraktografi

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 11 Nov 2015 10:47
    Last Modified: 11 Nov 2015 10:47
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/21486

    Actions (login required)

    View Item