PENGARUH PEMASANGAN ELEKTROMAGNET PADA SISTEM BAHAN BAKAR DAN IGNITION BOOSTER PADA KABEL BUSI TERHADAP EMISI GAS BUANG CO DAN HC PADA SEPEDA MOTOR YAMAHA JUPITER Z

TRIYATNO, AGUS (2015) PENGARUH PEMASANGAN ELEKTROMAGNET PADA SISTEM BAHAN BAKAR DAN IGNITION BOOSTER PADA KABEL BUSI TERHADAP EMISI GAS BUANG CO DAN HC PADA SEPEDA MOTOR YAMAHA JUPITER Z. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (569Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Agus Triyatno. Pengaruh Pemasangan Elektromagnet Pada Sistem Bahan Bakar Dan Ignition Booster Pada Kabel Busi Terhadap Emisi Gas Buang CO Dan HC Pada Sepeda Motor Yamaha Jupiter Z. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. September 2015. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menyelidiki pengaruh pemasangan elektromagnet pada saluran bahan bakar dan penggunaan Ignition Booster pada kabel busi dengan variasi letak terhadap emisi gas buang CO dan HC pada sepeda motor Jupiter Z. (2) Menyelidiki kadar emisi gas buang CO dan HC pada sepeda motor Jupiter Z dengan pemasangan elektromagnet pada saluran bahan bakar, dan pemasangan Ignition Booster pada kabel busi dengan variasi letak pemasangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Penelitian dilakukan di Laboratorium Otomotif Program Studi Pendidikan Teknik Mesin FKIP UNS Surakarta. Alat yang digunakan untuk mengukur emisi gas buang CO dan HC adalah gas analyzer (TYPE STARGAS 898). Populasi penelitian ini adalah sepeda motor Yamaha Jupiter Z tahun 2007 dan sampel penelitian adalah sepeda motor Yamaha Jupiter Z tahun 2007 bernomor mesin 2P2675042. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis varian dua jalan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Terdapat pengaruh signifikan antara diameter kawat lilitan elektromagnet terhadap penurunan emisi gas buang CO dengan hasil sebesar 1.712 % vol menggunakan kawat lilitan elektromagnet diameter 0,20 mm, sedangkan yang menggunakan kawat lilitan elektromagnet diameter 0,30 mm sebesar 1.738 % vol. (2) Terdapat pengaruh signifikan antara diameter kawat lilitan elektromagnet terhadap penurunan emisi gas buang HC dengan hasil sebesar 377 ppm menggunakan kawat lilitan elektromagnet diameter 0,20 mm, sedangkan yang menggunakan kawat lilitan elektromagnet diameter 0,30 mm sebesar 359,6 ppm. (3) Terdapat pengaruh signifikan antara letak pemasangan Ignition Booster terhadap penurunan emisi gas buang CO dengan hasil terendah sebesar 1.529 % vol, menggunakan perlakuan pemasangan Ignition Booster dekat busi. (4) Terdapat pengaruh signifikan antara letak pemasangan Ignition Booster terhadap penurunan emisi gas buang HC dengan hasil terendah sebesar 476 ppm, menggunakan perlakuan pemasangan Ignition Booster dekat busi. (5) Terdapat pengaruh signifikan antara diameter kawat lilitan elektromagnet dan letak pemasangan Ignition Booster terhadap penurunan emisi gas buang CO dengan hasil terendah sebesar 1.476 % vol, menggunakan perlakuan pemasangan lilitan kawat diameter 0,30 mm dan Ignition Booster dekat busi. (6) Terdapat pengaruh yang signifikan antara diameter kawat lilitan elektromagnet dan, letak pemasangan Ignition Booster terhadap penurunan emisi gas buang HC dengan hasil terendah sebesar 211,3 ppm, menggunakan perlakuan pemasangan lilitan kawat diameter 0,30 mm dan Ignition Booster dekat busi. . Kata kunci: Gas buang CO dan Gas buang HC, kawat lilitan elektromagnet, Ignition Booster

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
    T Technology > TL Motor vehicles. Aeronautics. Astronautics
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Teknik Mesin
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 11 Nov 2015 10:35
    Last Modified: 11 Nov 2015 10:35
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/21482

    Actions (login required)

    View Item