KERAGAMAN FENOTIP DAN DAYA HASIL BEBERAPA GALUR PADI INBRIDA(Oryza sativa L.)DI DESA PURWOSUMAN MASARAN SRAGEN DAN DESA MRISEN JUWIRING KLATEN

Sarjana, Wahyu Eka (2010) KERAGAMAN FENOTIP DAN DAYA HASIL BEBERAPA GALUR PADI INBRIDA(Oryza sativa L.)DI DESA PURWOSUMAN MASARAN SRAGEN DAN DESA MRISEN JUWIRING KLATEN. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1040Kb)

    Abstract

    Padi adalah salah satu tanaman budidaya yang termasuk tanaman serealia. Tanaman serealia umumnya merupakan tanaman penghasil makanan pokok di Indonesia, karenanya program pemuliaan tanaman telah intensif dilakukan. Produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua serealia setelah jagung dan gandum. Namun demikian, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia. Negara produsen padi terkemuka adalah RR Tiongkok, India, dan Indonesia. Namun hanya sebagian kecil produksi padi dunia yang diperdagangkan antarnegara. Thailand merupakan pengekspor padi utama, sedangkan Indonesia merupakan pengimpor padi terbesar dunia. Dalam bidang ketahanan pangan, padi berperan penting sebagai bahan makanan pokok hampir seluruh masyarakat Indonesia dan menyumbangkan lebih dari 55% terhadap konsumsi energi dan protein. Ketersedianan beras yang cukup bagi kebutuhan konsumsi masyarakat sangat berpengaruh terhadap tingkat asupan gizi masyarakat yang merupakan hak azasi manusia yang paling mendasar untuk memperolehnya secara cukup. Masalah yang dihadapi pada produksi padi domestik adalah rendahnya kualitas dan daya saing produk sehingga kalah bersaing dengan produk impor. Untuk itu perlu dicari efisiensi produksi komoditas pangan, salah satunya melalui penerapan varietas unggul baru yang toleran terhadap cekaman biotik. Pentingnya peranan beras terhadap kehidupan masyarakat, mendorong kebijakan setiap negara, termasuk negara industri maju memprioritaskan masalah pangan negaranya masing-masing. Setiap negara berupaya untuk mencukupi kebutuhan pangan pokok masyarakatnya dari produksi dalam negeri. Bagi Indonesia, dengan jumlah penduduk yang besar dan terbesar di wilayah kepulauan memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap ketersediaan pangan pokok beras. Oleh sebab itu, pemenuhan kebutuhan beras melalui produksi dalam negeri menjadi prioritas pembangunan nasional. Upaya perakitan varietas padi di Indonesia ditujukan untuk menciptakan varietas yang berdaya hasil tinggi dan sesuai dengan kondisi ekosistem, sosial, budaya, serta preferensi masyarakat. Sejalan dengan berkembangnya kondisi sosial ekonomi masyarakat, varietas yang dirakit pun terus berkembang. Perkembangan tipe varietas setiap kurun waktu tersebut berpengaruh pula terhadap produktivitas padi sawah secara nasional ( Susanto, 2009 ) . Dewasa ini telah banyak inovasi pertanian, terutama varietas-varietas baru untuk padi baik yang non-hibrida maupun yang merupakan hasil penelitian dan pengembangan Badan Litbang Pertanian dan swasta yang siap untuk dikembangkan guna mengembangkan sistem agrobisnis. Salah satu kendala terhadap adopsi di tingkat petani karena adanya kesenjangan yang cukup jauh sehingga pengguna kurang bisa merespon inovasi tersebut. Dalamrangka mencari VUB(Varietas Unggul Baru)yang adaptif di suatu lokasi yang spesifik, perlu dilakukan pengkajian pada lokasi tertentu sekaligus sebagai wahana untuk memperkenalkan kepada pengguna.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > Agroteknologi
    Depositing User: Ardhi Permana Lukas
    Date Deposited: 12 Jul 2013 00:00
    Last Modified: 12 Jul 2013 00:00
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2144

    Actions (login required)

    View Item