Karakterisasi Pengemas Kertas Aktif dengan Penambahan Oleoresin Ampas Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb)

DESTIANA, NOREKA (2015) Karakterisasi Pengemas Kertas Aktif dengan Penambahan Oleoresin Ampas Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (465Kb) | Preview

    Abstract

    Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) adalah tanaman herbal yang biasa diolah industri herbal menjadi minuman instan. Saat memproduksi minuman instan temulawak didapatkan limbah padat berupa ampas yang biasanya hanya dibuang begitu saja. Sedangkan ampas temulawak masih mengandung oleoresin yang berperan sebagai senyawa aktif. Penelitian kertas aktif dilakukan dengan menambahkan oleoresin ampas temulawak dengan konsentrasi 0%, 2%, 4%, dan 6% (b/b). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji karakteristik fisik (kadar air, ketebalan, ketahanan tarik, dan ketahanan lipat), karakter sensori, dan aktivitas antimikroba. Kemudian kertas aktif terpilih dikarakterisasi lanjut yaitu gugus fungsi dan penyimpanan selama 20 hari. Setiap 5 hari sekali selama 20 hari, kertas aktif dikarakterisasi fisik (ketahanan tarik dan ketahanan lipat). Pada penyimpanan hari ke-20 di uji aktivitas antimikroba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan oleoresin ampas temulawak menurunkan kadar air, nilai ketahanan tarik, ketahanan lipat, dan karakter sensori (warna, tekstur dan overall) serta meningkatkan aktivitas antimikroba terhadap Aspergillus niger, tetapi tidak berpengaruh terhadap ketebalan dan aktivitas antimikroba terhadap Pseudomonas fluorescens. Berdasarkan karakter fisik, sensori dan aktivitas antimikroba, maka kertas aktif terpilih adalah kertas aktif dengan penambahan 4% b/b oleoresin ampas temulawak. Kertas aktif terpilih mempunyai puncak serapan 894,04 cm-1 yang menunjukkan adanya gugus fungsi C-H aromatik dari senyawa kurkumin. Selama 20 hari penyimpanan pada suhu ruang, Penambahan oleoresin ampas temulawak menurunkan nilai ketahanan lipat dan ketahanan tarik. Demikian juga pada aktivitas antimikroba terhadap Aspergillus niger mengalami penurunan pada hari ke-20 dikarenakan ada migrasi senyawa aktif ke lingkungan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > SB Plant culture
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > Ilmu dan Teknologi Pangan
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 06 Nov 2015 15:50
    Last Modified: 06 Nov 2015 15:50
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/21399

    Actions (login required)

    View Item