KAJIAN PERAN TRAYEK ANGKUTAN UMUM TERHADAP PERGERAKAN KAWASAN UTARA KE PUSAT KOTA SURAKARTA

LEWI, YUDHA ELFANDA (2015) KAJIAN PERAN TRAYEK ANGKUTAN UMUM TERHADAP PERGERAKAN KAWASAN UTARA KE PUSAT KOTA SURAKARTA. Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (830Kb) | Preview

    Abstract

    Kota Surakarta dibagi menjadi dua wilayah yaitu bagian utara dan bagian selatan yang dibatasi oleh Sungai Anyar. Seiring perkembangan waktu kecenderungan perkembangan fisik kota masih terkonsentrasi pada kawasan selatan. Pola permukiman yang ada di kawasan utara letaknya tersebar dan tidak teratur yang disebabkan oleh ketidaktegasan peraturan. Secara tidak langsung hal ini mengakibatkan permintaan transportasi umum juga menyebar dan kadang sulit untuk dilayani oleh trayek angkutan umum. Overlaping rute trayek pada ruas jalan-jalan tertentu sehingga mengakibatkan trayek mati dan sepi di kawasan utara. Kawasan utara yang meliputi hanya dilewati oleh 2 trayek bus dan 7 trayek angkot, sedangkan kawasan selatan di lewati oleh 23 trayek bus dan 11 trayek angkot. Hingga saat ini, trayek angkutan umum yang ada belum berperan banyak dalam melayani pergerakan kawasan utara ke pusat Kota Surakarta. Keberadaan trayek gemuk dan trayek kurus di Kota Surakarta mengakibatkan ketidak seimbangan antara supply dengan demand yang ada. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti melakukan studi mengenai tingkat pelayanan baik dari sisi demand maupun supply untuk mengetahui peran trayek angkutan umum terhadap pergerakan penduduk dari kawasan utara ke pusat Kota Surakarta. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini dari sisi demand adalah analisis karakteristik pergerakan. Sisi supply dilakukan analisis tingkat persepsi trayek, analisis kinerja operasional trayek dan analisis jangkauan pelayanan trayek. Dari hasil keseluruhan analisis didapati kesimpulan bahwa sisi supply dan demand memiliki kriteria sedang dalam importance-performance analysis. Sisi demand yaitu karakteristik pergerakan penduduk lebih condong untuk melakukan pergerakan menggunakan moda transportasi sepeda motor dibandingkan angkot. Sisi supply dari persepsi, kinerja dan jangkauan dapat dikatakan bahwa trayek angkutan umum yang ada masih belum terjadwal secara pasti baik dari sisi headways, frekuensi, waktu dan jam operasional pelayanan. Rute trayek masih berhimpitan (overlapping trayek) di kawasan perdagangan dan jasa sehingga tidak merata jangkauan persebarannya. Tingkat kenyamanan dalam tiap – tiap trayek angkutan umum sangatlah kurang. Kata kunci : trayek, supply, demand.

    Item Type: Other
    Subjects: T Technology > TF Railroad engineering and operation
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Perencanaan Wilayah dan Tata Kota
    Depositing User: Endar Kusumaningrum
    Date Deposited: 23 Nov 2015 10:45
    Last Modified: 23 Nov 2015 10:45
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/21284

    Actions (login required)

    View Item