PROSES BERPIKIR KREATIF SISWA SMP DALAM PENGAJUAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA(Studi Kasus pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2012/2013)

Komarudin, (2014) PROSES BERPIKIR KREATIF SISWA SMP DALAM PENGAJUAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA(Studi Kasus pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2012/2013). Masters thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (351Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir kreatif siswa kelas VIII-H SMP Negeri 1 Sukoharjo yang mempunyai tipe gaya kognitif fieldindependent (FI) dan yang mempunyai tipe gaya kognitif field-dependent (FD) dalam pengajuan masalah matematika berdasarkan langkah-langkah Wallas, yaitu preparation, incubation, illumination, dan verification. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif berjenis studi kasus. Pemilihan subjek dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah 4 orang siswa kelas VIIIH SMP Negeri 1 Sukoharjo, yang terdiri dari 2 orang siswa dengan tipe gaya kognitif FI dan 2 orang siswa dengan tipe gaya kognitif FD. Data utama dalam penelitian ini terdiri dari data lisan dan tertulis. Teknik keabsahan data yang digunakan pada penelitian ini adalah triangulasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini diawali dengan mentranskrip data verbal yang terkumpul dan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, seperti dari hasil wawancara dan data tertulis, pengamatan yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan, dan menyusunnya dalam satuan-satuan yang selanjutnya dikategorikan berdasarkan kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses bepikir kreatif pada: (1) siswa FI, yaitu (a) preparation, siswa membaca TPM (tugas pengajuan masalah) dalam hati, mengamati petunjuk dan informasi gambar dengan cermat, dan siswa dapat mengetahui hal-hal yang diketahui dengan sekali membaca TPM; (b) incubation,siswa cenderung diam sejenak. Hal ini sebagai awal dalam menyusun masalah matematika; (c) illumination, siswa menentukan atribut dan hal-hal untuk masalah yang akan diajukan, siswa mengungkapkan secara verbal masalah tersebut sambil menundukkan kepala. Setelah itu menuliskan masalah tersebut pada LJK (lembar jawaban kerja) dan jika terjadi kesalahan pada masalah yang diajukan, siswa cenderung langsung memperbaiki masalah tersebut; (d) verification, siswa mengoreksi masalah matematika yang diajukan, menjelaskan prosedur penyelesaian masalah yang diajukan dan menyelesaian masalah tersebut pada LJK. Siswa mengoreksi kembali masalah dan penyelesaian yang telah dilakukan; (2) Siswa FD, yaitu (a) preparation, siswa membaca TPM dalam hati, mengamati petunjuk dan informasi gambar pada TPM. Untuk mengetahui informasi dan halhal yang diketahui, siswa perlu membaca kembali TPM; (b) incubation, siswa cenderung diam sejenak. Hal ini sebagai langkah awal menyusun masalah matematika. Pada langkah ini, siswa terlihat kurang tenang dan gelisan sambil memainkan kedua tangan; (c) illumination, siswa menentukan atribut dan hal-hal untuk masalah yang diajukan dengan beberapa kali terdiam.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Pendidikan Matematika - S2
    Depositing User: Faisal M
    Date Deposited: 10 Oct 2015 15:43
    Last Modified: 10 Oct 2015 15:43
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/21229

    Actions (login required)

    View Item