PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN IMAJERI TERHADAP HASIL BELAJAR BULUTANGKIS PADA MAHASISWA SEMESTER VI PRODI PENJASKESREK JPOK FKIP UNS TAHUN AKADEMIK 2013/2014

Aprillia, Khalida Nawa (2014) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN IMAJERI TERHADAP HASIL BELAJAR BULUTANGKIS PADA MAHASISWA SEMESTER VI PRODI PENJASKESREK JPOK FKIP UNS TAHUN AKADEMIK 2013/2014. Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (103Kb) | Preview

    Abstract

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Penerapan model pembelajaran imajeri dan konvensional terhadap hasil belajar bulutangkis pada mahasiswa semester VI prodi penjaskesrek JPOK FKIP UNS tahun akademik 2013/2014. (2) Model pembelajaran mana yang lebih efektif antara imajeri dan konvensional terhadap hasil belajar bulutangkis pada mahasiswa semester VI prodi penjaskesrek JPOK FKIP UNS tahun akademik 2013/2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen kuasi (PEK) . Subyek dalam penelitian ini berjumlah 76 mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah T Score, uji reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas dan uji - t. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan sebagai berikut: Dari segi proses, ditunjukan oleh hasil-hasil analisis data. Analisis data dengan lembar observasi terhadap kegiatan mahasiswa dalam proses pembelajaran selama 16 kali pertemuan, bahwa sebagian besar mahasiswa termasuk dalam kategori cukup sebesar 52,7%. Mahasiswa dengan kategori baik sekali sebesar 13,1%. Mahasiswa dengan kategori baik sebesar 34,2%. Sedangkan hasil belajar dengan model pembelajaran konvensional yang termasuk dalam kategori baik sekali sebesar 7.9%, kategori baik sebesar 28,9%, kategori cukup 63,2%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran imajeri memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap peningkatan hasil belajar keterampilan bulutangkis. Hasil analisis data uji reliabilitas tes awal servis panjang adalah sebesar 0.67 dimana termasuk dalam kategori Cukup. Adapun nilai reliabilitas hasil tes awal smash adalah sebesar 0.65, dimana termasuk dalam kategori cukup, nilai reliabilitas pada tes awal servis pendek adalah sebesar 0.62 dimana termasuk dalam kategori cukup. Dan nilai reliabilitas hasil tes awal lob adalah sebesar 0.72, dimana termasuk dalam kategori cukup. Uji normalitas data pada kelompok I diperoleh nilai Lhitung = 0.0082 < Ltabel 5% = 0.144. dapat disimpulkan bahwa data K1 termasuk berdistribusi normal. Dari hasil normalitas yang dilakukan pada Kelompok 2 (K2) diperoleh nilai Lhitung = 1.114 < Ltabel 5%= 1.144. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data K2 juga termasuk berdistribusi normal. Uji homogenitas diperoleh nilai Fhitung = 0.997 ,< Ftabel = 1.730 yang berarti data tersebut homogen. Analisis data tes awal kelompok I dan II yaitu thitung = 0.255 < t table = 1.993 yang berati tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tes awal kelompok I dan II. Analisis data tes awal dan tes akhir kelompok I yaitu thitung = 7.836 < t table = 1.993 yang berati terdapat perbedaan yang signifikan pada tes awal dan tes akhir Kelompok I. Analisis data tes awal dan tes akhir kelompok II yaitu thitung = 11.054> t table = 1.993 yang berati terdapat perbedaan yang signifikan pada tes awal dan tes akhir Kelompok II. Analisis data tes akhir vi kelompok I dan II yaitu thitung = 2.163 > t table =1.993 yang berati terdapat perbedaan yang signifikan pada akhir Kelompok I dan II. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data yang telah dilakukan, dapat diperoleh simpulan sebagai berikut: (1) Model pembelajaran imajeri efektif terhadap hasil belajar bulutangkis pada mahasiswa semester VI Prodi Penjaskesrek JPOK FKIP UNS Tahun Akademik 2013/2014. (t hitung = 2.553 > t tabel= 1.993). (2) Model pmbelajaran imajeri lebih efektif dari pada model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar bulutangkis pada mahasiswa semester VI prodi penjaskesrek JPOK FKIP UNS tahun akademik 2013/3014. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan hasil pembelajaran dengan imajeri lebih baik dibanding hasil peningkatan dengan pembelajaran konvensional. Kelompok 1 ( Kelompok yang mendapat perlakuan dengan model pembelajaran konvensional = 19.63% ) < Kelompok 2 ( kelompok yang mendapat model pembelajaran imajeri = 25.48 % ) Kata Kunci : Imajeri, Konvensional, Keterampilan Bulutangkis

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
    Depositing User: Faisal M
    Date Deposited: 10 Oct 2015 13:18
    Last Modified: 10 Oct 2015 13:18
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/21203

    Actions (login required)

    View Item