Kajian Pengembangan Wisata Goa Pindul Dengan Pendekatan Aal Hierarchy Process (AHP) Di Desa Bejiharjo Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidulkidul

L, YEHUDA FAJAR K (2015) Kajian Pengembangan Wisata Goa Pindul Dengan Pendekatan Aal Hierarchy Process (AHP) Di Desa Bejiharjo Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidulkidul. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (404Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK KAJIAN PENGEMBANGAN WISATA GOA PINDUL DENGAN PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DI DESA BEJIHARJO KECAMATAN KARANGMOJO KABUPATEN GUNUNGKIDUL Yehuda Fajar Kristian Labeti S421402005 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum mengenai wisata Goa Pindul, dan untuk mengetahui peran aspek politik, ekonomi, sosial budaya, dan ekologi dalam pengembangan wisata Goa Pindul. Selain itu juga untuk mengetahui bagaimana pengembangan wisata Goa Pindul pada tahun-tahun mendatang. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Gunungkidul, dengan 12 responden yang merupakan orang kunci/key person untuk menjawab peran aspek dan kebijakan pengembangan wisata Goa Pindul pada tahun-tahun mendatang, dan 6 responden untuk menjawab mengenai gambar umum wisata Goa Pindul. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu berupa wawancara dan observasi langsung ke kawasan wisata Goa Pindul. Model wawancara yang digunakan ada dua, yaitu wawancara langsung dan wawancara menggunakan kuesioner. Alat analisis yang digunakan adalah Analythical Hierarchy Process (AHP) dengan alat bantu analisis berupa software, yaitu : Expert Choice versi 11. Berdasarkan alat analisis tersebut, diperoleh hasil bahwa peran aspek ekonomi yang dipentingkan untuk pengembangan wisata Goa Pindul. Nilai konsistensinya adalah 0,330, karena tidak lebih dari 0,1 maka hasil analisa tersebut dapat diterima. Menurut hasil analisa pada aspek ekonomi, alternatif pengembangan wisata Goa Pindul sebagai obyek wisata primadona menjadi alternatif yang sangat dipentingkan. Nilai konsistensinya adalah 0,486. Kajian pengembangan wisata Goa Pindul pada tahun-tahun mendatang, dengan mengacu pada pemikiran Damanik dan Weber (2006), dilihat dari lima pelaku pariwisata, yaitu : Wisatawan, Industri Pariwisata, Pendukung Jasa Wisata, Pemerintah, dan Masyarakat Lokal. Saran yang direkomendasikan adalah adanya regulasi yang jelas mengenai wisata Goa Pindul, baik bagi Pokdarwis maupun bagi wisatawan. Jika dimungkinkan, adanya penyederhanaan Pokdarwis, yang mengurusi wisata Goa Pindul. Selain itu, juga perlu adanya pendalaman nilai-nilai agama, bagi para pelaku industri wisata. Bagi masyarakat lokal, tidak meninggalkan pertanian, untuk beralih ke dunia wisata. Kata Kunci : Wisata Goa Pindul, AHP, Expert Choice, Lima Pelaku Pariwisata

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Ekonomi dan Studi Pembangunan
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 09 Oct 2015 10:24
    Last Modified: 09 Oct 2015 10:24
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/21178

    Actions (login required)

    View Item