EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) DAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA MATERI POKOK BANGUN DATAR SEGI EMPAT DITINJAU DARI KECERDASAN MAJEMUK PESERTA DIDIK KELAS VII SMP DI KOTA METRO LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Widyawati, Santi (2014) EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) DAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA MATERI POKOK BANGUN DATAR SEGI EMPAT DITINJAU DARI KECERDASAN MAJEMUK PESERTA DIDIK KELAS VII SMP DI KOTA METRO LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2013/2014. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (100Kb) | Preview

    Abstract

    Santi Widyawati. S851302067. Ekperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dan Numbered Heads Together (NHT) pada Materi Pokok Bangun Datar Segi Empat Ditinjau dari Kecerdasan Majemuk Peserta Didik Kelas VII SMP di Kota Metro Tahun Pelajaran 2013/2014. Pembimbing I: Dr. Mardiyana, M.Si, Pembimbing II: Dr. Gatut Iswahyudi, M.Si. TESIS. Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, peserta didik yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS, NHT atau pembelajaran langsung, (2) manakah yang memiliki prestasi belajar matematika lebih baik antara peserta didik yang memiliki kecerdasan matematis-logis, interpersonal atau linguistik, (3) pada masing-masing kategori kecerdasan majemuk, manakah yang memiliki prestasi belajar matematika lebih baik antara model pembelajaran kooperatif tipe TSTS, NHT atau model pembelajaran langsung, (4) pada masing-masing model pembelajaran, manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik antara peserta didik yang memiliki kecerdasan matematis-logis, interpersonal atau linguistik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 3×3. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP di Kota Metro. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini terdiri atas 269 peserta didik yang berasal dari SMPN 6 Metro, SMP Muhammadiyah 1 Metro, dan SMPN 10 Metro. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes prestasi belajar matematika dan angket kecerdasan majemuk. Pengujian hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Hasil penelitian adalah: (1) model pembelajaran kooperatif tipe TSTS menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan pembelajaran langsung, sedangkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada model pembelajaran langsung; (2) prestasi belajar matematika peserta didik yang memiliki kecerdasan matematis-logis lebih baik daripada kecerdasan interpersonal dan linguistik, sedangkan prestasi belajar matematika peserta didik yang memiliki kecerdasan interpersonal lebih baik daripada kecerdasan linguistik; (3) pada peserta didik yang memiliki kecerdasan matematis-logis, model pembelajaran kooperatif tipe TSTS menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik daripada NHT, model pembelajaran koopatif tipe TSTS dan NHT menghasilkan prestasi belajar yang sama dengan model pembelajaran langsung, pada peserta didik yang memiliki kecerdasan interpersonal, model pembelajaran kooperatif tipe TSTS menghasilkan prestasi belajar yang sama dengan model NHT dan pembelajaran langsung, sedangkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada model pembelajaran langsung, pada peserta didik yang memiliki kecerdasan linguistik, model pembelajaran kooperatif tipe TSTS, NHT, dan model pembelajaran langsung menghasilkan prestasi belajar matematika yang sama; (4) Pada model pembelajaran kooperatif tipe TSTS, prestasi belajar peserta didik yang memiliki kecerdasan matematis-logis sama dengan interpersonal; prestasi belajar peserta didik yang memiliki kecerdasan matematis-logis lebih baik daripada kecerdasan linguistik; prestasi belajar peserta didik yang kecerdasan interpersonal sama dengan kecerdasan linguistik; Pada model pembelajaran kooperatif tipe NHT, prestasi belajar peserta didik yang memiliki kecerdasan matematis-logis, interpersonal dan linguistik sama; Pada model pembelajaran langsung, prestasi belajar peserta didik yang memiliki kecerdasan matematis-logis lebih baik daripada kecerdasan interpersonal dan linguistik; pada prestasi belajar peserta didik yang memiliki kecerdasan interpersonal sama dengan kecerdasan linguistik. Kata kunci: Two Stay Two Stray, Numbered Heads Together, Kecerdasan Majemuk.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education
    L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Pendidikan Matematika - S2
    Depositing User: Gunasih gunasih
    Date Deposited: 07 Oct 2015 13:50
    Last Modified: 07 Oct 2015 13:50
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/21087

    Actions (login required)

    View Item