ANALISIS DAMPAK DEFISIT KEMBAR TERHADAP STABILITAS HARGA DI NEGARA INDONESIA DAN CHINA

RATIH, ERIDANI HANIFIYAH KUMARA (2014) ANALISIS DAMPAK DEFISIT KEMBAR TERHADAP STABILITAS HARGA DI NEGARA INDONESIA DAN CHINA. Other thesis, FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS.

[img]
Preview
PDF
Download (94Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK ANALISIS DAMPAK DEFISIT KEMBAR TERHADAP STABILITAS HARGA DI NEGARA INDONESIA DAN CHINA Eridani Hanifiyah Kumara Ratih NIM. F0110047 Fenomena defisit kembar yang terjadi di beberapa negara mendorong munculnya berbagai pendapat mengenai hubungan antara defisit anggaran pemerintah dengan defisit neraca transaksi berjalan. Merujuk beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya diperoleh 4(empat) pola hubungan antar kedua jenis defisit yakni (1) pola hipotesis dua defisit atau disebut twin deficit Hypothesis (TDH) yakni (BDCAD), (2) pola hubungan current account targeting yakni (CADBD), (3) pola Feldstein-Horioka Puzzle (BD↔CAD), dan (4) pola tidak ada hubungan dari kedua defisit tersebut atau disebut sebagai Ricardian Equivalansi (BD≠CAD). Hal yang terpenting terkait dengan dua jenis defisit tersebut adalah apakah ada hubungan antara pola defisit yang dimaksud terhadap stabilitas harga. Penelitian ini menggunakan data anggaran pemerintah, neraca transaksi berjalan, inflasi berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK), dan nilai tukar mata uang domestik terhadap dollar Amerika. Negara yang digunakan sebagai obyek penelitian adalah Indonesia dan China dalam rentang tahun 1989 hingga tahun 2013. Metode analisis yang digunakan adalah uji kausalitas granger dan VAR/VECM. Hasil uji kausalitas granger menyatakan bahwa di Indonesia terdapat pola Feldstein-Horioka Puzzle (BD↔CAD). Sementara China mendukung pola Ricardian Equivalansi (BD≠CAD). Berdasarkan hasil analisa VAR/VECM, defisit kembar mempunyai pengaruh negatif terhadap stabilitas harga baik untuk kondisi di Indonesia maupun di China. Berdasarkan hasil estimasi, maka disarankan agar Indonesia harus menjaga hubungan yang sinergis antara kebijakan fiskal sebagai sisi internal ekonomi oleh pemerintah dan juga sisi eksternal yang menyangkut perdagangan internasional. Sedangkan untuk China, perlu diwaspadai adanya ketergantungan kepada perdagangan luar negeri yang besar. Sisi stabilitas harga, Bank Sentral Indonesia maupun Bank Sentral China selaku penjaga stabilisasi harga yaitu inflasi perlu berkoordinasi dengan pemerintah yang bertindak pemegang kebijakan fiskal. Kata Kunci: Defisit Kembar, Anggaran Pemerintah, Neraca Transaksi Berjalan, Nilai Tukar Mata Uang, Stabilitas Harga, Kausalitas, VAR/VECM, Indonesia, China

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
    Divisions: Fakultas Ekonomi
    Fakultas Ekonomi > Ekonomi Pembangunan
    Depositing User: Roikhatul Miskiyah
    Date Deposited: 07 Oct 2015 13:28
    Last Modified: 07 Oct 2015 13:28
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/21076

    Actions (login required)

    View Item