Perbedaan Aktivitas Fisik pada Pasien Asma Terkontrol Sebagian dengan Tidak Terkontrol di RSUD Dr. Moewardi

DWIMASWASTI, OLIVIA (2015) Perbedaan Aktivitas Fisik pada Pasien Asma Terkontrol Sebagian dengan Tidak Terkontrol di RSUD Dr. Moewardi. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (4Kb) | Preview

    Abstract

    1. Populasi Pasien asma yang memeriksakan diri di Poliklinik Paru RSUD Dr. Moewardi pada bulan Mei s Abstrak : Olivia Dwimaswasti, G0009165, 2013.Perbedaan Aktivitas Fisik pada Pasien Asma Terkontrol Sebagian dengan Tidak Terkontrol di RSUD Dr. Moewardi. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang: Menurut PDPI (2006) menyatakan bahwa asma dapat menyebabkan terganggunya pemenuhan kebutuhan dan terbukti menurunkan produktivitas serta kualitas hidup penderitanya. Meskipun asma jarang menimbulkan kematian, penyakit ini sering menimbulkan masalah baik pada anak maupun dewasa. Asma dapat menyebabkan gangguan aktivitas sehari-hari dan gangguan emosi (cemas, depresi). Asma dapat bersifat ringan dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari tetapi juga bersifat menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari (Imelda dkk, 2007).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan aktivitas fisik pada pasien asma terkontrol sebagian dengan tidak terkontrol di RSUD Dr. Moewardi. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 60 subjek penelitian yang dipilih dengan puposive samplingterdiri dari 30 pasien asma terkontrol sebagian dan 30 pasien asma tidak terkontrolyang memeriksakan diri di Poliklinik Paru RSUD Dr. Moewardi. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara langsung dan rekam medis pasien. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Chi-square dan uji regresi logistik sertadiolah dengan Statistical Product and Service Solution (SPSS) 17.00 for Windows. Hasil Penelitian: Penelitian ini menunjukkan ada perbedaan aktivitas fisik pada pasien asma terkontrol sebagian dengan tidak terkontroldengan risiko sebesar 19,64 kali pada aktivitas fisik tinggi dan 4,50 kali pada aktivitas fisik rendah untuk mengalami asma tidak terkontrol dibanding aktivitas sedang. Simpulan Penelitian: Terdapat hubungan kuat dan secara statistik signifikan antara aktivitas fisik dengan kontrol asma. Pelayanan kesehatan seharusnya memberikan edukasi terhadap pasien untuk melakukan kontrol asma dalam jangka panjang, meningkatkan dan mempertahankan kualitas hidup agar penderita asma dapat hidup normal tanpa hambatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Kata Kunci: asma bronkiale, kontrol asma, aktivitas fisik

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Psikologi
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 07 Oct 2015 13:24
    Last Modified: 07 Oct 2015 13:24
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/21067

    Actions (login required)

    View Item