PENGARUH ELEKTROAKUPUNKTUR (EA) TITIK SANYINJIAO (SP 6) DAN ZUSANLI (ST 36) TERHADAP JUMLAH SPERMATID TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) YANG DIPAPAR BISING INTERMITEN

Alfian, Muhammad (2015) PENGARUH ELEKTROAKUPUNKTUR (EA) TITIK SANYINJIAO (SP 6) DAN ZUSANLI (ST 36) TERHADAP JUMLAH SPERMATID TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) YANG DIPAPAR BISING INTERMITEN. Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (101Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Muhammad Alfian, G0010126, 2014. Pengaruh Elektroakupunktur (EA) Titik Sanyinjiao (SP 6) dan Zusanli (ST 36) Terhadap Jumlah Spermatid Tikus Putih (Rattus novergicus) yang Dipapar Bising Intermiten. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang: Bising dapat menyebabkan stres, menurunkan jumlah spermatid sehingga mengganggu fertilitas. Elektroakupunktur diketahui dapat meningkatkan jumlah spermatid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh elektroakupunktur (EA) titik Sanyinjiao (SP 6) dan Zusanli (ST 36) terhadap jumlah spermatid tikus putih (Rattus novergicus) yang dipapar bising intermiten. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik dengan post test only controlled group design. Sampel berupa 27 tikus jantan, galur Wistar berumur 1-2 bulan dengan berat badan 150-200 gram. Sampel diadaptasi selama 7 hari kemudian dibagi secara random dalam 3 kelompok. KK (Kelompok Kontrol) tidak mendapat perlakuan. KP1 (Kelompok Perlakuan 1) dipapar bising, KP2 (Kelompok Perlakuan 2) dipapar bising dan mendapat perlakuan elektroakupunktur. Paparan bising diberikan secara intermiten 8 jam perhari (1 jam menyala dan 1 jam mati) dengan intensitas 100 dB selama 21 hari. Elektroakupunktur diberikan dengan frekuensi 2 Hz tiap 3 hari sekali selama 21 hari pada titik Sanyinjiao (SP 6) dan Zusanli (ST 36). Pada hari ke-22 tikus dikorbankan dengan cara neck dislocation. Testis diambil untuk dibuat preparat histologis dengan pengecatan HE. Spermatid tiap testis dihitung dari 5 tubulus seminiferus. Pengamatan dan penghitungan jumlah spermatid dilakukan di Laboratorium Histologi Fakultas Kedokteran UNS. Data dianalisis menggunakan uji statistik Kruskal-Wallis (α = 0,05) dan dilanjutkan uji Post Hoc Mann Whitney (α = 0,05). Hasil: Rerata jumlah spermatid tertinggi adalah KK=482±2 sel, diikuti KP2=435±4 sel dan yang paling rendah KP1=147±2 sel. Hasil uji Kruskal-Wallis p=0,000 (p<0,05) artinya terdapat perbedaan jumlah spermatid yang bermakna. Hasil uji Mann Whitney KK dengan KP1 (p=0,000); KK dengan KP2 (p=0,000); dan KP1 dengan KP2 (p=0,000). Nilai p<0,05 berarti ada perbedaan jumlah spermatid yang bermakna antara tiap pasangan kelompok. Kesimpulan: Terdapat pengaruh elektroakupunktur (EA) titik Sanyinjiao (SP 6) dan Zusanli (ST 36) yang bermakna terhadap peningkatan jumlah spermatid tikus putih (Rattus novergicus) yang dipapar bising intermiten. Kata Kunci: Bising, Spermatid, Elektroakupunktur, Sanyinjiao (SP 6) dan Zusanli (ST 36).

    Item Type: Other
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Nadia Nur Fitriani
    Date Deposited: 07 Oct 2015 12:53
    Last Modified: 07 Oct 2015 12:53
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/21055

    Actions (login required)

    View Item