Problem Sosial Yang Tercermin Dalam Pertunjukan Wayang Kampung Sebelah Lakon ”Yang Atas Mengganas Yang Bawah Beringas” Karya Ki Jlitheng Suparman (Sebuah Tinjauan Struktural).

Nugroho, Alfath Noke (2014) Problem Sosial Yang Tercermin Dalam Pertunjukan Wayang Kampung Sebelah Lakon ”Yang Atas Mengganas Yang Bawah Beringas” Karya Ki Jlitheng Suparman (Sebuah Tinjauan Struktural). Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (693Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Alfath Noke Nugroho. C0107008. 2014. Problem Sosial Yang Tercermin Dalam Pertunjukan Wayang Kampung Sebelah Lakon ”Yang Atas Mengganas Yang Bawah Beringas” Karya Ki Jlitheng Suparman (Sebuah Tinjauan Struktural). Skripsi: Jurusan Sastra Daerah untuk Sastra Jawa Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana landasan dan faktor pendorong diciptakannya Wayang Kampung Sebelah? (2) Bagaimana unsur-unsur struktural dalam pertunjukan Wayang Kampung Sebelah lakon “Yang Atas Mengganas Yang Bawah Beringas”? (3) Bagaimana problem sosial yang terdapat dalam pertunjukan Wayang Kampung Sebelah lakon “Yang Atas Mengganas Yang Bawah Beringas”? Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui landasan dan faktor pendorong diciptakannya Wayang Kampung Sebelah. (2) Mengetahui unsur-unsur struktural dalam Wayang Kampung Sebelah lakon “Yang Atas Mengganas Yang Bawah Beringas”. (3) Mengetahui problem sosial yang terdapat dalam pertunjukan Wayang Kampung Sebelah lakon “Yang Atas Mengganas Yang Bawah Beringas”. Metode analisis penelitian berbentuk deskriptif kualitatif, yaitu data-data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata. Sumber data dari penelitian ini adalah naskah transkrip pertunjukan Wayang Kampung Sebelah Lakon ”Yang Atas Mengganas Yang Bawah Beringas”. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teks naskah transkrip pertunjukan Wayang Kampung Sebelah Lakon ”Yang Atas Mengganas Yang Bawah Beringas” yang didalamnya terkandung unsur instrinsik karya sastra seperti tema, amanat, penokohan, alur, latar (setting), tikaian atau konflik dan cakapan atau dialog. Data sekunder dalam penelitian ini berupa wawancara dan buku-buku referensi yang relefan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara mengumpulkan data-data dari sumber tertulis. Wawancara digunakan untuk menyusun tinjauan pengarang. Penelitian ini dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu: (1) landasan dan faktor pendorong diciptakannya WKS karena Ki Jlitheng Suparman memiliki pandangan terhadap perkembangan wayang yang memiliki kesenjangan komunikasi. Sehingga sang kreator terpancing untuk membuat format pertunjukan wayang yang tidak terlalu terikat dengan norma estetika yang rumit seperti yang terjadi pada wayang klasik (purwa). (2) Pertunjukan Wayang Kampung Sebelah Lakon ”Yang Atas Mengganas Yang Bawah Beringas” memiliki unsur-unsur pembangun yaitu tema, amanat, penokohan, alur, latar (setting), tikaian atau konflik dan cakapan atau dialog yang menunjukkan satu kesatuan utuh yang membangun makna kesatuan cerita. (3) Problem Sosial WKS lakon “Yang Atas Mengganas Yang Bawah Beringas” terdiri dari beberapa poin yaitu problem kemiskinan (meliputi penangguran dan jumlah anak yang banyak), problem keluarga (meliputi harmonisasi rumah tangga dan upaya pemenuhan kebutuhan keluarga), problem moral (meliputi jiwa pemalas, kesenjangan sosial, alkoholisme, dan premanisme), dan terakhir problem pendidikan (meliputi paradigma terhadap pendidikan formal dan kritik terhadap pendidikan formal).

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Sastra Daerah
    Depositing User: Maharani Angel Ein Suryono
    Date Deposited: 07 Oct 2015 10:20
    Last Modified: 07 Oct 2015 10:20
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/20984

    Actions (login required)

    View Item