Pengelolaan Konflik Atas Sengketa Wilayah Grojogan Taman Nasional Bali Barat dan Aktor Lokal di Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali

Wismianti, Aldora Nuary (2014) Pengelolaan Konflik Atas Sengketa Wilayah Grojogan Taman Nasional Bali Barat dan Aktor Lokal di Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (651Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Aldora Nuary Wismianti. 2014. Pengelolaan Konflik Atas Sengketa Wilayah Grojogan Taman Nasional Bali Barat dan Aktor Lokal di Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Skripsi. Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Keberadaan Taman Nasional dan masyarakat disekitar kawasan tidak dapat terpisahkan sehingga konflik antara kedua pihak kerap terjadi. Hal yang sama terjadi antara Taman Nasional Bali Barat (TNBB) dengan masyarakat Desa Blimbingsari (aktor lokal desa) yang sempat berkonflik atas wilayah Grojogan. Penelitian ini berfokus kepada pengelolaan konflik yang dilakukan oleh Taman Nasional Bali Barat dan aktor lokal Desa Blimbingsari. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana konflik yang terjadi antara kedua pihak tersebut kemudian membawa perbaikan dalam struktur masyarakat dan hubungan keduanya melalui pengelolaan konflik. Untuk menggambarkan konflik yang mampu menguatkan struktur, digunakan teori konflik fungsional. Penelitian ini merupakan studi kasus tunggal yang membahas pengelolaan konflik atas sengketa wilayah oleh TNBB dan aktor lokal Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Data bersumber dari informasi yang diperoleh langsung dari informan, studi pustaka, dokumen tertulis, arsip, dan data visual. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling, berdasarkan klasifikasi keterlibatan dalam konflik, status sosial di masyarakat, dan status menetap, sehingga informan berjumlah 8 (delapan) orang. Untuk selanjutnya informan ditentukan dengan teknik snowball sampling. Dalam hal ini informan Data dianalisis dengan analisis model interaktif yang menggunakan tiga komponen utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verfikasi. Validitas data digunakan teknik triangulasi. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa (1) konflik terjadi karena adanya ketidakpahaman aktor lokal desa mengenai batas wilayah TNBB. Mereka menganggap bahwa kawasan Grojogan merupakan hak ulayat desa yang sejak dulunya memiliki sejarah tersendiri. Ketidakpahaman mengenai urusan perizinan pengelolaan kawasan juga menjadi pemicu terjadinya konflik. (2) Strukturalisme konflik dilakukan melalui pengelolaan konflik dengan upaya pendekatan kepada masyarakat dengan entry point kombinasi wisata rohani menjadi wisata konservasi bersama TN dengan adanya kawasan Grojogan. (3) Konflik fungsional yang terjadi membawa perubahan positif dan memantapkan keutuhan dan kesimbangan kedua pihak. Usulan perubahan zonasi kepada pemerintah pusat juga dilakukan oleh TNBB hingga akhirnya disetujui. Upaya lainnya yang dilakukan adalah mengembangkan potensi desa bersama masyarakat dan aktor lokal melalui pelatihan-pelatihan SDM. Kata kunci : pengelolaan konflik, Grojogan, wilayah, Taman Nasional Bali Barat, aktor lokal Desa Blimbingsari

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HX Socialism. Communism. Anarchism
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
    Depositing User: Maharani Angel Ein Suryono
    Date Deposited: 07 Oct 2015 09:54
    Last Modified: 07 Oct 2015 09:54
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/20975

    Actions (login required)

    View Item