Pengaruh Ekstrak Etanol Pegagan (Centella asiatica L.urban) terhadap Kerusakan Tubulus Seminiferus Testis Tikus (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Stres Imobilisasi Kronik

Putra, Satria Adi (2014) Pengaruh Ekstrak Etanol Pegagan (Centella asiatica L.urban) terhadap Kerusakan Tubulus Seminiferus Testis Tikus (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Stres Imobilisasi Kronik. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (716Kb) | Preview

    Abstract

    Satria Adi Putra, G0010046, 2013, Pengaruh Ekstrak Etanol Pegagan (Centella asiatica L.urban) terhadap Kerusakan Tubulus Seminiferus Testis Tikus (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Stres Imobilisasi Kronik. Latar Belakang: Stres telah menjadi bagian masyarakat modern yang tidak dapat dihindari dan semakin meningkat. Padahal stres memiliki dampak negatif terhadap kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek protektif ekstrak Etanol Pegagan (Centella asiatica) terhadap tubulus seminiferus tetstis tikus yang diinduksi stres imobilisasi kronik. Metode: Penelitian ini menggunakan subjek penelitian berupa sediaan organ testis Rattus norvegicus galur Sprague Dawley yang telah mendapat ekstrak Etanol Pegagan dan stres imobilisasi selama 21 hari kemudian dibuat preparat blok parafin dengan pengecatan HE. Penelitian menggunakan rancangan simple random sampling dengan 6 kelompok yaitu: K (kelompok tanpa perlakuan), KP1 (kelompok yang mendapat induksi stres), KP2 (induksi stres dan ekstrak Pegagan 150 mg/kg, KP3 (induksi stres dan ekstrak 300 mg/kg), KP4 (induksi stres dan ekstrak 600 mg/kg), KP5 (induksi stres dan fluoksetin 10 mg/kg). Pengamatan pada 5 lapang pandang setiap sampel untuk mengetahui persentase kerusakan tubulus. Parameter yang digunakan meliputi kerusakan morfologi tubulus seminiferus, dislokasi sel germinal testis, dan pelebaran jarak antartubulus. Analisis data menggunakan uji statistika One Way Anova. Hasil: Ekstrak Pegagan secara signifikan (p = 0.000) mengurangi kerusakan tubulus seminiferus pada tikus yang diinduksi stres imobilisasi kronik. Pemberian induksi stres secara nyata menunjukkan kerusakan tubulus (p = 0.000). Persentase kerusakan tubulus seminiferus pada kelompok K: 13.63%, KP1: 50.89%, KP2: 28.58%, KP3: 33.04% KP4: 14.27%, dan KP5: 13.9%. Setelah pemberian Pegagan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara KP1 dan KP2, KP3, KP4 (p = 0.000). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara KP4 dan fluoksetin sebagai positif kontrol ( p = 0.796). Simpulan: Ekstrak Etanol Pegagan (Centella asiatica L.urban) mampu mencegah kerusakan tubulus seminiferus tikus (Rattus norvegicus) yang diinduksi stres imobilisasi kronik. Kata kunci: Pegagan, Kerusakan Tubulus seminiferus, Stres, Testis

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: Gunasih gunasih
    Date Deposited: 07 Oct 2015 01:17
    Last Modified: 07 Oct 2015 01:17
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/20903

    Actions (login required)

    View Item