FAKTOR-FAKTOR PENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TAHUN 2007-2011

SETIJO, MUDJI (2015) FAKTOR-FAKTOR PENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TAHUN 2007-2011. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (120Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAKSI FAKTOR-FAKTOR PENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TAHUN 2007-2011. MUDJI SETIJO S4212008 Pertumbuhan ekonomi sampai saat ini masih menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan ekonomi di suatu negara atau wilayah. Indikator tersebut menunjukkan peningkatan produksi barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu periode tertentu dibandingkan periode sebelumnya. Di era otonomi, indikator ini menjadi salah satu target yang ingin ditingkatkan di masing-masing daerah. Sumber-sumber pendorong pertumbuhan ekonomi perlu diidentifikasi agar target pertumbuhan ekonomi yang telah ditentukan dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur, lebih jauh akan dianalisis pada level kabupaten/kota. Variabel bebas yang diduga kuat sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi yang diteliti yaitu Upah Minimum Regional (UMK), Belanja Modal pemerintah daerah untuk mewakili intervensi pemerintah dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, simpanan masyarakat di bank umum dan BPR, serta jumlah penduduk yang bekerja sebagai variabel yang mewakili tenaga kerja. Penelitian menggunakan data panel 38 kabupaten/kota di Jawa Timur periode 2007-2011. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel yang diolah dengan software Eviews. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel bebas yang signifikan sebagai variabel pendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada periode 2007-2011 yaitu variabel Upah Minimum Kabupaten (UMK), variabel simpanan masyarakat dan variabel tenaga kerja, sedangkan variabel belanja modal tidak siginifikan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian maka beberapa saran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur antara lain : (1) Pemerintah daerah hendaknya memperhatikan tingkat upah minimum kabupaten/kota pada level berimbang yang berpihak pada pekerja dan pengusaha namun sejauh mungkin memperhatikan aspek peningkatan pemenuhan kebutuhan hidup pekerja, (2) Pemerintah daerah hendaknya bisa mendorong minat masyarakat untuk meningkatkan simpanan mereka di perbankan, di sisi lain lembaga perbankan juga harus bisa menarik minat masyarakat untuk menyimpan tabungan mereka di bank dengan memberi fasilitas-fasilitas yang menguntungkan bagi mereka, (3) Pemerintah daerah hendaknya bisa menciptakan lapangan kerja baru agar bisa menampung penduduk usia kerja yang siap masuk ke dunia kerja, (4) Pemerintah daerah hendaknya meningkatkan porsi belanja modal utamanya diperuntukkan pembangunan sarana dan prasarana kegiatan perekonomian, seperti jalan, irigasi, jembatan dan pasar. Kata kunci: Pertumbuhan ekonomi, upah minimum kabupaten/kota, belanja modal pemerintah, jumlah tenaga kerja.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Ekonomi dan Studi Pembangunan
    Depositing User: Nadia Nur Fitriani
    Date Deposited: 06 Oct 2015 22:07
    Last Modified: 06 Oct 2015 22:07
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/20886

    Actions (login required)

    View Item