UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) DI KELAS VII C SMP ISLAM DIPONEGORO SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013/2014

-, Mustofa (2015) UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) DI KELAS VII C SMP ISLAM DIPONEGORO SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013/2014. Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (453Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Mustofa. K1308010. Pendidikan matematika FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta. UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) DI KELAS VII C SMP ISLAM DIPONEGORO SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013/2014. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juli 2014. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) yang dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa pada materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel dan untuk mengetahui peningkatan keaktifan belajar siswa pada materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel setelah mengikuti pembelajaran matematika dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD). Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data pelaksanaan proses pembelajaran dan data keaktifan belajar siswa yang diukur dari 3 indikator, yaitu kegiatan visual, kegiatan lisan, dan kegiatan menulis. Data pelaksanaan proses pembelajaran dan data keaktifan belajar siswa diperoleh dari hasil observasi yang dilakukan selama proses pembelajaran. Validitas data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah keaktifan belajar siswa setidaknya 75% yang diperoleh dari rata-rata indikator keaktifan belajar pada akhir siklus. Prosedur penelitian meliputi empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, analisis dan refleksi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa langkah pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) yang dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa pada materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel adalah : 1) Kegiatan awal, yaitu guru memberikan pertanyaan kepada siswa secara klasikal, dan kepada beberapa siswa secara individu terutama kepada siswa yang kurang aktif mengenai persamaan dan pertidaksamaan. Kemudian guru mengajak siswa untuk mampu menuliskan persamaan dan pertidaksamaan tersebut ke dalam bentuk kalimat matematika. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan memotivasi siswa berkaitan dengan materi yang akan dipelajari dengan memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Guru memberikan informasi pembelajaran yang akan dilakukan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Pada langkah ini guru memberikan pengertian kepada siswa untuk memperhatikan dengan seksama saat guru menjelaskan. 2) Kegiatan inti, yaitu guru mengelompokkan siswa secara heterogen, setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang siswa. Guru membagikan ringkasan materi dan lembar kerja siswa kepada masing-masing siswa dalam kelompok. Siswa bersama teman 1 kelompok mencermati materi serta contoh soal yang telah diberikan. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya mengenai bagian-bagian yang belum jelas kepada guru. Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk mengerjakan lembar kerja siswa, guru mengamati, memberi bimbingan, dan bantuan siswa yang mengalami vi kesulitan. Dalam langkah ini guru memberi motivasi dan peringatan kepada setiap siswa dalam kelompok untuk terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan memberikan sanksi kepada siswa yang tidak aktif berdiskusi kelompok. Siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok, dan guru mewajibkan kepada kelompok lain untuk mengajukan pertanyaan atau menyampaikan tanggapan atas hasil presentasi. Dalam langkah ini guru memberi motivasi dan peringatan kepada semua siswa untuk menghargai dan memperhatikan ketika presentasi berlangsung. 3) Kegiatan penutup, yaitu siswa bersama guru menyimpulkan materi yang telah di pelajari pada pertemuan tersebut. Guru memberikan kuis individu kepada siswa yang dikerjakan secara mandiri. Guru memberitahukan kepada siswa bahwa penghargaan kelompok terbaik akan diberikan pada pertemuan selanjutnya. Guru memberikan tugas rumah berupa pekerjaan rumah (PR) dan tugas mempelajari materi yang akan dibahas pertemuan berikutnya. Berdasarkan hasil observasi keaktifan belajar setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) diperoleh data rata-rata persentase keaktifan belajar siswa mencapai 71,61% pada siklus I yang diperoleh dari indikator yang meliputi kegiatan visual mencapai 71,30%, kegiatan lisan 64,82%, dan kegiatan menulis mencapai 78,71%. Sedangkan pada siklus II diperoleh data rata-rata persentase keaktifan belajar siswa mencapai 84,42% yang diperoleh dari indikator yang meliputi kegiatan visual mencapai 84,27%, kegiatan lisan mencapai 78,24% dan kegiatan menulis mencapai 90,75%. Sedangkan dari hasil tes pada siklus I, persentase ketuntasan siswa sebesar 55,56% dan pada siklus II persentase ketuntasan siswa mengalami peningkatan sebesar 25,92% menjadi 81,48%. Kata Kunci: Student Teams Achievement Divisions (STAD), keaktifan belajar siswa, prestasi belajar siswa.

    Item Type: Other
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Matematika
    Depositing User: Nadia Nur Fitriani
    Date Deposited: 06 Oct 2015 21:16
    Last Modified: 06 Oct 2015 21:16
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/20866

    Actions (login required)

    View Item