HUBUNGAN STATUS MENTAL DAN DEPRESI DENGAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL PADA LANSIA PENGHUNI PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA PASURUAN (PSLUP) DI LAMONGAN

Susanto, Joko (2014) HUBUNGAN STATUS MENTAL DAN DEPRESI DENGAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL PADA LANSIA PENGHUNI PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA PASURUAN (PSLUP) DI LAMONGAN. Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (340Kb) | Preview

    Abstract

    Latar Belakang: Siklus kehidupan manusia merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik maupun mental. Saat lanjut usia (lansia) perubahan fisik dan mental terjadi karena adanya proses degeneratif, sehingga sering terjadi keterbatasan dalam beraktifitas dan berbicara. Keterbatasan tersebut, mempengaruhi interaksi sosial, yang cenderung berkurang dan bersifat pasif. Berkurangnya interaksi sosial lansia dapat menyebabkan perasaan terisolir, sehingga lansia menyendiri. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan status mental dan tingkat depresi dengan kemampuan interaksi sosial pada lansia penghuni PSLUP di Lamongan. Subyek dan Metode: Penelitian ini menggunakan studi korelasional dengan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah Short Portable Mental Status Questionnaire (SPMSQ), Geriatric Depression Scale (GDS) dan kuesioner kemampuan interaksi sosial. Sampel penelitian berjumlah 51 responden, diambil dengan teknik simple random sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Pearson Product Moment dan analisis multivariat menggunakan uji Regresi Linier Berganda dengan taraf kemaknaan p<0,05. Hasil Penelitian: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara status mental dengan kemampuan interaksi sosial pada lansia (r=0,399 dan p=0,004). Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara tingkat depresi dengan kemampuan interaksi sosial pada lansia (r=-0,617 dan p=0,000). Ada hubungan secara bersama-sama yang signifikan antara status mental dan tingkat depresi dengan kemampuan interaksi sosial pada lansia, dengan nilai R=0,624, R2=0,390, F reg.=15,325, p=0,000. Hasil penelitian juga menunjukkan status mental dan tingkat depresi memberikan sumbangan 39% terhadap kemampuan interaksi sosial lansia, sedangkan sisanya 61% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kesimpulan: Terdapat hubungan secara bersama-sama antara status mental dan tingkat depresi dengan kemampuan interaksi sosial pada lansia, dengan tingkat depresi lebih besar pengaruhnya dibanding status mental terhadap kemampuan interaksi sosial pada lansia. Kata Kunci: Status Mental, Depresi, Interaksi Sosial, Lanjut Usia

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: Faisal M
    Date Deposited: 06 Oct 2015 18:53
    Last Modified: 06 Oct 2015 18:53
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/20812

    Actions (login required)

    View Item