PERBEDAAN TINGKAT KONTROL ASMA ANTARA PENDERITA ASMA DENGAN OBESITAS DAN TANPA OBESITAS DI BBKPM SURAKARTA

Tania, Johanna (2014) PERBEDAAN TINGKAT KONTROL ASMA ANTARA PENDERITA ASMA DENGAN OBESITAS DAN TANPA OBESITAS DI BBKPM SURAKARTA. Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (123Kb) | Preview

    Abstract

    Latar Belakang : Asma adalah gangguan inflamasi kronik pada saluran pernapasan dan merupakan masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara. Seringkali asma tidak terdiagnosis dan tidak ditangani dengan baik, padahal seorang pasien asma perlu untuk mengetahui bagaimana cara mengontrol asma. Obesitas adalah salah satu faktor risiko bagi pasien asma. Obesitas dapat meningkatkan insidensi serangan asma. Obesitas diduga berkaitan dengan penurunan tingkat kontrol asma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan tingkat kontrol asma antara penderita asma dengan obesitas dan tanpa obesitas di BBKPM Surakarta. Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di BBKPM Surakarta pada bulan Juni-Juli 2014. Subjek penelitian adalah pasien asma yang berada di BBKPM Surakarta dan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan oleh peneliti. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Besar sampel penelitian ini adalah 45 subjek. Data diperoleh dari kuesioner data pribadi dan kuesioner ACT yang diisi oleh subjek penelitian serta hasil pengukuran tinggi badan dan berat badan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square dan regresi logistik ganda. Hasil Penelitian : Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara obesitas, usaha menghindari faktor pencetus asma, penggunaan kontroler, usia, dan jenis kelamin dengan tingkat kontrol asma, meskipun secara statistik tidak signifikan. Hasil analisis regresi logistik ganda menunjukkan adanya perbedaan tingkat kontrol asma antara penderita asma dengan obesitas dan tanpa obesitas. Pasien asma tanpa obesitas memiliki kemampuan mengontrol asma 2.98 kali lebih baik daripada pasien asma dengan obesitas, meskipun secara statistik tidak signifikan (OR = 2.98; CI 95% 0.63-14.05; p = 0.168). Hasil ini diperoleh setelah mengontrol faktor perancu yang ada. Simpulan : Terdapat perbedaan tingkat kontrol asma antara penderita asma dengan obesitas dan tanpa obesitas, meskipun secara statistik tidak signifikan. Pasien asma tanpa obesitas memiliki kemampuan mengontrol asma 2.98 kali lebih baik daripada pasien asma dengan obesitas. Kata kunci : asma, obesitas, tingkat kontrol asma, usaha menghindari faktor pencetus asma, penggunaan kontroler

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RB Pathology
    Divisions: Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Faisal M
    Date Deposited: 06 Oct 2015 18:16
    Last Modified: 06 Oct 2015 18:16
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/20802

    Actions (login required)

    View Item