SOAL CERITA MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR: ANALISIS DENGAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF (STUDI KASUS DI SURAKARTA DAN KARANGANYAR)

SUMARWATI, (2015) SOAL CERITA MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR: ANALISIS DENGAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF (STUDI KASUS DI SURAKARTA DAN KARANGANYAR). PhD thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF
Download (44Kb) | Preview

    Abstract

    Bagi siswa sekolah dasar (SD), soal cerita dipandang lebih sulit dibandingkan noncerita sehingga mereka tidak suka pada soal cerita, bahkan pada pelajaran Matematika. Penyebabnya adalah siswa sering salah menerjemahkan soal ke notasi hitung sehingga hasil hitungan pun salah. Dari berbagai penelitian diidentifikasi “kunci kegagalan” siswa membuat terjemahan soal cerita secara tepat adalah kesulitan memahami bahasanya, mengingat soal cerita adalah soal matematika yang disampaikan melalui bahasa. Itu terjadi karena bahasa yang digunakan tidak disesuaikan dengan tingkat kompetensi berbahasa siswa sehingga penting dilakukan pengembangan model soal cerita yang mengakomodasi hal tersebut. Pendekatan berbahasa seperti itu disebut pendekatan komunikatif, yaitu yang menekankan fungsi bahasa sebagai sarana komunikasi sehingga pemakaiannya antara lain harus memperhatikan kompetensi linguistik, sosiolinguistik, dan wacana pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memetakan tipe struktur semantik, struktur wacana, dan unsur narasi soal cerita dalam buku teks Matematika dan (2) mengidentifikasi struktur semantik, struktur wacana, dan unsur narasi yang menjadi sumber kesulitan siswa dalam memahami soal cerita. Selain itu, penelitian ini juga mengajukan usulan untuk mengatasi masalah kesulitan siswa dalam memahami soal cerita. Metode yang diterapkan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Yang menjadi sumber data penelitian adalah soal cerita dalam buku teks Matematika serta siswa dan guru kelas 4, 5, dan 6 sekolah dasar di Surakarta dan Karanganyar. Hasil penelitian ini meliputi beberapa hal berikut. Ditinjau dari struktur semantiknya, tipe soal cerita dapat dibedakan sebagai berikut: (1) pada operasi hitung penjumlahan meliputi tipe penggabungan, penyatuan, perubahan, dan perbandingan, (2) operasi hitung pengurangan meliputi tipe pemindahan, pemisahan, perubahan, dan perbandingan, (3) operasi hitung perkalian meliputi tipe penggandaan, kelipatan, penyamaan, dan perbandingan, dan (4) operasi hitung pembagian meliputi tipe penyebaran, pengelompokan, penyamaan, dan perbandingan. Ditinjau dari struktur wacananya, soal cerita dalam buku teks Matenatika meliputi 6 tipe, yaitu (1) TIPE I adalah wacana soal cerita yang memiliki tiga komponen (pembuka, peristiwa, dan pertanyaan) secara terpisah dengan urutan linier, (2) TIPE II adalah wacana soal cerita yang memiliki tiga komponen dengan urutan linier, tetapi ada penggabungan komponen pembuka dan peristiwa, (3) TIPE III adalah wacana soal cerita yang memiliki tiga komponen dengan urutan linier, tetapi ada penggabungan komponen peristiwa dan pertanyaan, (4) TIPE IV adalah wacana soal cerita yang memiliki dua komponen (peristiwa dan pertanyaan) secara terpisah dengan urutan linier, (5) TIPE V adalah wacana soal cerita yang memiliki dua komponen (peristiwa dan pertanyaan) yang digabungkan dengan urutan linier, dan (6) TIPE VI adalah wacana soal cerita yang memiliki tiga atau dua komponen, baik secara terpisah maupun digabungkan, tetapi urutannya tidak linier. Ditinjau dari unsur narasinya, tipe soal cerita diklasifikasikan berdasarkan tema, aktor, dan latarnya. Berdasarkan temanya, soal cerita meliputi tipe soal dengan (1) subjek/objek konkret dan situasi faktual, (2) subjek/objek konkret dan situasi hipotetis, (3) subjek/objek abstrak dan situasi faktual, dan (4) subjek/objek abstrak dan situasi hipotetis. Berdasarkan aktornya, soal cerita meliputi tipe soal (1) dengan aktor tunggal, (2) dengan multiaktor, dan (3) tanpa aktor. Berdasarkan latarnya, tipe soal cerita dibedakan menjadi (1) soal dengan latar waktu dan tempat, (2) soal dengan latar waktu atau tempat, dan (3) soal tanpa latar waktu dan tempat. Ditinjau dari struktur semantiknya, soal cerita yang sulit dipahami siswa meliputi soal yang ditandai adanya (1) frase lebih banyak/besar, tetapi menunjuk operasi hitung pengurangan, (2) beberapa struktur semantik perbandingan, (3) kata ketinggian yang menunjuk bilangan negatif, dan (4) kata minta, hutang, atau pinjam, tetapi menunjuk operasi hitung penjumlahan. Ditinjau dari struktur wacananya, soal yang sulit dipahami siswa adalah soal-soal yang ditandai adanya (1) penggabungan antarkomponen dan (2) urutan komponen tidak linier. Ditinjau dari unsur narasinya, soal cerita yang sulit dipahami siswa adalah soal yang ditandai (1) adanya objek/subjek abstrak dan situasi hipotetis, (2) adanya multiaktor yang tidak memilki relasi familiar pada struktur semantik perbandingan, dan (3) tidak adanya latar yang sebenarnya berperan dalam pemecahan soal. Usulan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengadakan rambu-rambu model soal cerita yang dikembangkan dengan pendekatan komunikatif. Artinya, soal cerita harus memperhatikan faktor struktur semantik, struktur wacana, dan unsur narasi, antara lain menggunakan subjek/objek konkret, aktor-aktor dengan relasi familiar pada struktur semantik perbandingan, kalimat tunggal, komponen wacana secara lengkap dan linier urutannya, dan unsur narasi secara optimal. Model tersebut terbukti lebih berterima dibandingkan soal konvensional (dalam buku teks Matematika). Selain itu, model soal cerita ini juga lebih efektif meningkatkan pemahaman siswa sehingga dapat membuat persamaan matematika dengan benar. Kata kunci: soal cerita matematika, pendekatan komunikatif, struktur semantik, struktur wacana, unsur narasi

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Doktor
    Pasca Sarjana > Doktor > Linguistik - S3
    Depositing User: Mohamad Ghulam Hirbatul Azis
    Date Deposited: 06 Oct 2015 05:52
    Last Modified: 06 Oct 2015 05:52
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/20734

    Actions (login required)

    View Item