KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA DAN NILAI PENDIDIKAN NOVEL KAU, AKU, DAN SEPUCUK ANGPAU MERAH KARYA TERE LIYE SERTA RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS

SURYANINGRUM, SUMARAH (2015) KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA DAN NILAI PENDIDIKAN NOVEL KAU, AKU, DAN SEPUCUK ANGPAU MERAH KARYA TERE LIYE SERTA RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS. Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF
Download (92Kb) | Preview

    Abstract

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) penokohan; (2) tuntutan kebutuhan yang dialami tokoh menurut teori psikologi kebutuhan bertingkat Abraham Malow; (3) nilai-nilai pendidikan dalam novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye; dan (4) persepsi guru mengenai relevansi hasil penelitian ini dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra. Sumber data berasal dari novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah dan informan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui analisis dokumen dan wawancara. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi teori dan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis mengalir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Analisis penokohan dalam novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah diperoleh gambaran berdasarkan tiga dimensi, yaitu dimensi psikologis, fisiologis, dan sosiologis. Melalui ketiga dimensi tersebut didapatkan kepribadian tokoh Borno, Pak Tua, Mei, Andi, dan tokoh lainnya. (2) Analisis tuntutan kebutuhan yang dialami tokoh diperoleh gambaran berdasarkan teori psikologi kebutuhan bertingkat Abraham Maslow. Meskipun dalam novel ini terdapat banyak tokoh yang terlibat namun hanya Borno sebagai tokoh utama yang telah mencapai kelima tingkatan kebutuhan, yakni: kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan rasa cinta dan memiliki, kebutuhan harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri sehingga Borno dapat dikatakan sehat secara psikologis. (3) Novel ini juga mengandung enam nilai pendidikan, yaitu nilai religius, nilai moral, nilai sosial, nilai budaya, nilai estetika, dan nilai sejarah. (4) Berdasarkan persepsi guru, novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah dapat dijadikan alternatif bahan ajar pada pembelajaran bahasa Indonesia khususnya apresiasi sastra karena sarat akan nilai-nilai yang dapat menginspirasi siswa. Simpulan penelitian ini adalah penokohan dalam novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah dilihat berdasarkan dimensi fisiologis, psikologis, dan sosiologis. Aspek psikologis tokoh dilihat berdasarkan tuntutan kebutuhan yang dialami tokoh menurut teori psikologi kebutuhan bertingkat Abraham Maslow. Novel ini sarat nilai-nilai pendidikan dan juga dapat dijadikan sebagai alternatif materi ajar apresiasi sastra dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Kata Kunci: penokohan, teori kebutuhan bertingkat Abraham Maslow, nilai pendidikan, persepsi guru

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    L Education > LC Special aspects of education > LC5201 Education extension. Adult education. Continuing education
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah
    Depositing User: Mohamad Ghulam Hirbatul Azis
    Date Deposited: 06 Oct 2015 05:35
    Last Modified: 06 Oct 2015 05:35
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/20731

    Actions (login required)

    View Item