PENGENDALIAN BAHAN BAKU PEMBANTU KAIN GREY DENGAN METODE ANALISIS ABC PADA DEPARTEMEN WEAVING 2 PT. KUSUMA HADI SANTOSA KARANGANYAR

PARINGGA, DIAR FEBRINA (2014) PENGENDALIAN BAHAN BAKU PEMBANTU KAIN GREY DENGAN METODE ANALISIS ABC PADA DEPARTEMEN WEAVING 2 PT. KUSUMA HADI SANTOSA KARANGANYAR. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (56Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengendalian persediaaan bahan baku pembantu pada PT. Kusumahadi Santosa, mengetahui pengelompokan persediaan bahan baku pembantu dengan Analisis ABC dan mengetahui sistem pengendalian bahan baku pembantu berdasarkan Analisis ABC. Dalam penelitian ini menggunakan metode desain kasus. Data yang dipelajari berupa data tentang kebutuhan bahan baku pembantu kain grey, harga bahan baku dan pemakaian bahan baku selama satu tahun pada bulan Februari 2013 - Februari 2014. Untuk mengumpulkan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi data. Dalam pengelompokan persediaan bahan baku pembantu dengan Analisis ABC, untuk kelas A memiliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 80,09% dari total persediaan, yang terdiri dari 5 item (20%) persediaan, yaitu EMSIZE E-6, PVA BF.17, KURARAY 117K, JETSIZE CB.52 dan AVIROL NW-94. Kelas B memiliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 17,95% dari total persediaan, yang terdiri dari 8 item (30%) persediaan, yaitu SIZE CE, DEKASIZE N2318, EMSIZE E-18, JETSIZE, QUELAX P24, PVA.K 205 MB, KURARAY 217, dan AVIROL-308. Kelas C memiliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 1,96% dari total persediaan, yang terdiri dari 13 item (50%) persediaan, yaitu QUICK SOLAND, CHLORASIZE 7000, FIBROPUR ST, JETSIZE 106H, JEGAFLEX LV, CHLORASIZE 9100, CHLORASIZE 6100, RUCOSIZE 3002, SOLV.WAX S.125, JP-05, LUBRIWAX FS-10, DEKASTAT dan CHLORASIZE 6700. Dari hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan: Pengendalian pada kelompok A harus dikendalikan lebih intensif, pengecekan dilakukan secara ketat melihat jumlah pasokan dan monitoring terus-menerus, akurasi catatan persediaannya harus lebih sering di verifikasi, peramalan persediaan yang tepat, tingkat persediaan minimum harus dipertahankan serta penyimpanan secara baik. Pengendalian pada kelompok B dilakukan secara normal atau tidak terlalu intensif dengan serangkaian pengecekan dan monitoring untuk kemungkinan kekurangan persediaan. Pemesanan dilakukan secara berkala, persediaan pengaman sebaiknya dikendalikan dengan baik agar tidak terjadi stock out. Pengendalian pada kelompok C dilakukan tidak terlalu fokus atau longgar, pengecekan sedikit dilakukan dengan membandingkan terhadap kebutuhan dan monitoring tidak perlu atau sedikit dilakukan. Apabila supplay mencapai titik pemesanan kembali, pemesanan baru kembali dilakukan. Saran yang dapat diajukan mengenai kebijakan perusahaan hendaknya mempertimbangkan penggunaan Analisis ABC dalam kebijakan pengelompokan bahan baku pembantu kain grey.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
    Divisions: Fakultas Ekonomi
    Fakultas Ekonomi > D3 - Manajemen Bisnis
    Depositing User: Natasya Andalucki Yohosua
    Date Deposited: 05 Oct 2015 15:15
    Last Modified: 05 Oct 2015 15:15
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/20625

    Actions (login required)

    View Item