PERGUMULAN POLITIK PADA MASA PAKU BUWANA II DI SURAKARTA

, Pambudi (2014) PERGUMULAN POLITIK PADA MASA PAKU BUWANA II DI SURAKARTA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (124Kb) | Preview

    Abstract

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kondisi Mataram pada masa pemerintahan Paku Buwana II, (2) usaha Patih Danureja dalam membangun kekuatan politik di Surakarta 1726-1749, dan (3) reaksi Belanda terhadap peran Danureja di Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Langkah-langkah yang ditempuh dalam metode penelitian sejarah meliputi: heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Sumber data yang digunakan adalah: sumber primer, dan sumber sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis historis, yaitu analisis yang mengutamakan ketajaman dalam menginterpretasikan fakta sejarah. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa: (1) Kondisi Mataram pada masa pemerintahan Paku Buwana II (1726-1749) sudah rapuh. Paku Buwana II harus menghadapi intrik serta pemberontakan di beberapa daerah. Paku Buwana II juga harus berhadapan dengan Danureja, patihnya yang berusaha menguasai Mataram. Namun, upaya Danureja yang berusaha memberontak dapat diatasi dengan bantuan Belanda. Pada akhir masa pemerintahannya, Paku Buwana II harus menyerahkan daerah pesisir serta seluruh kedaulatan Mataram kepada Belanda. (2) Usaha Danureja dalam membangun kekuatan politik di Surakarta adalah dengan menyingkirkan Pangeran Arya Mangkunegara dengan fitnah sehingga Mangkunegara dibuang dari kerajaan. Selanjutnya, Danureja berhasil menjadikan Tumenggung Yudanegara sebagai Bupati Banyumas serta menjalin hubungan dengan pemberontak dari keturunan Surapati Mas Brahim di Malang. Danureja juga mendekati Willem Ter Smitten agar Belanda tidak mencurigainya. (3) Reaksi Belanda terhadap peran Danureja di Surakarta adalah khawatir dan marah atas kekuasaan Danureja yang terlalu besar. Belanda dengan menggunakan politik balas budi meminta para pemimpin daerah yang diangkatnya untuk membayar upeti, menyingkirkan lawan politik Belanda serta mendukung rencana Belanda. Willem Ter Smitten juga menjalin hubungan dekat dengan Danureja sebagai usaha untuk mengetahui rencana Danureja untuk melawan Belanda dan menguasai Paku Buwana II. Belanda berhasil menyudutkan Danureja dengan membuktikan bahwa Danureja dan pengikutnya bersekongkol dengan Cakraningrat (Madura) dan Mas Brahim (Malang). Selanjutnya, Belanda mengadu domba antara Danureja dengan Paku Buwana II dengan mengatakan bahwa Danureja membentuk pasukan untuk menggulingkan kekuasaan Paku Buwana II. Belanda melakukan tindakan politik, termasuk usaha mempengaruhi Paku Buwana II, untuk menjatuhkan lawan-lawan politik Belanda. Kata kunci: pergumulan politik, Paku Buwana II, Surakarta

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: D History General and Old World > D History (General) > D204 Modern History
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah
    Depositing User: Ihwan Ali
    Date Deposited: 05 Oct 2015 11:17
    Last Modified: 05 Oct 2015 11:17
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/20603

    Actions (login required)

    View Item