KRESNA KEMBANG WAOSAN PAKEM (Suatu Kajian Filologis)

Estuningsih, Siti (2010) KRESNA KEMBANG WAOSAN PAKEM (Suatu Kajian Filologis). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (7Mb)

    Abstract

    Naskah merupakan semua dokumen tertulis yang menyimpan berbagai ungkapan pikiran, perasaan sebagai hasil budaya masa lampau yang masih ditulis dengan tangan. Naskah menyimpan informasi berbagai segi kehidupan dan isinya mencakup banyak hal, walaupun banyak warisan budaya bangsa lainnya, naskah merupakan gambaran pikiran dan perasaan yang pernah hidup di masa lalu. Salah satu contoh yang merupakan warisan budaya bangsa yang berbentuk naskah yaitu kesenian tradisional wayang. Kesenian tersebut sudah sejak lama tumbuh dan berkembang di pulau Jawa hingga berabad-abad lamanya. Hal tersebut sesuai dengan yang diungkapkan oleh Edi Sedyawati (1980: 2) bahwa wayang merupakan warisan leluhur yang telah mampu bertahan selama berabad-abad lamanya dan mengalami berbagai perubahan dan perkembangan hingga mencapai bentuknya saat ini. Wayang sering dianggap sebagai ensiklopedi karakter orang Jawa karena dalam cerita-cerita wayang banyak mengandung ajaran dan nilai-nilai moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat terutama relevansinya jaman dulu dengan jaman sekarang. Oleh karena itu, wayang merupakan kesenian tradisional yang banyak memuat aspek kehidupan seperti agama, budaya, bahasa, sastra, dan sebagainya. Pengertian wayang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1994: 1127) adalah boneka tiruan orang yang terbuat dari pahatan kulit atau kayu dan sebagainya yang dapat dimanfaatkan untuk memerankan tokoh dalam pertunjukan drama tradisional seperti halnya pada wayang kulit, wayang purwa, dan sebagainya. Kata wayang sendiri merupakan asal kata dari kata wewayangan yang berarti ‘bayangan’ yang kemudian berkembang menjadi bayangan hasil kerja pikir manusia yang dituangkan dalam bentuk gambar atau tiruan (Bratasiswara, 2000: 869). Karya-karya kesenian wayang seperti wayang kulit ataupun wayang purwa tersebut diwujudkan dalam bentuk fisik yang berupa gambar tiruan orang ataupun boneka dari kulit. Hal tersebut juga ditunjang dengan adanya pengetahuan umum tentang cerita-cerita wayang yang banyak terdapat pada manuskrip atau naskahnaskah kuna yang bersumber dari kitab Mahabarata dan Ramayana. Darusuprapta (1984: 10) dalam bukunya mengungkapkan bahwa manuskrip ataupun naskah dapat juga diartikan sebagai karangan tulisan tangan, baik yang asli maupun salinannya, yang mengandung teks atau rangkaian katakata yang merupakan bacaan dengan isi tertentu. Naskah-naskah kuna yang merupakan peninggalan tertulis nenek moyang banyak tertulis pada bahan kertas, lontar, kulit kayu, dluwang dan daun nipah yang tersebar di seluruh nusantara meliputi naskah Jawa, Sunda, Bali, Melayu, dan sebagainya. Bahan-bahan naskah tersebut jelas membuktikan bahwa naskah itu tidak akan bertahan lama tanpa pemeliharaan yang cermat dan khusus. Dapat dibayangkan apabila naskah-naskah tersebut tidak dirawat dengan cermat, maka akan cepat sekali hancur dan tak bernilai lagi sebagai warisan budaya nenek moyang. Berkaitan dengan hal tersebut, peranan ilmu filologi menjadi sangat penting sebagai bidang ilmu yang erat kaitannya dengan upaya penanganan naskah terutama untuk mendapatkan kembali naskah yang bersih dari kesalahan dan yang paling mendekati aslinya serta adanya kesadaran untuk mengembangkan dan melestarikan budaya tersebut, sehingga timbul keinginan penulis untuk meneliti teks naskah yang berjudul Kresna Kembang Waosan Pakem. Dalam pengelompokkan naskah Jawa menurut Nancy K. Florida (1993: 47), naskah Kresna Kembang Waosan Pakem termasuk salah satu jenis dari naskah cerita wayang. Berikut klasifikasi naskah Jawa dari Nancy K. Florida menurut jenis dan isinya: 1. Sejarah, di dalamnya termasuk kronologis, dinasti, silsilah dan lain-lain. a. Sejarah kuna dan tengahan. b. Sejarah abad 16 dan 17. c. Sejarah abad 17 dan 18. d. Sejarah abad 18 dan 19. e. Sejarah abad 20. 2. Adat istiadat keraton, perayaan, arsip keraton, Surakarta dan Yogyakarta. 3. Arsitektur dan keris. 4. Hukum. 5. Sejarah Pustaka Raja dalam bentuk prosa dan macapat. 6. Roman sejarah dalam bentuk dongeng Panji. 7. Ramalan. 8. Kesusastraan yang bersifat mendidik, yang termasuk di dalamnya etika dan pendidikan Islam.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: P Language and Literature > PA Classical philology
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Sastra Daerah
    Depositing User: Users 830 not found.
    Date Deposited: 11 Jul 2013 23:37
    Last Modified: 11 Jul 2013 23:37
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2060

    Actions (login required)

    View Item