PERAN “PROEFSTATION OOST JAVA” TERHADAP INDUSTRI GULA NASIONAL TAHUN 1947-1958

Afif, Hasyrul (2014) PERAN “PROEFSTATION OOST JAVA” TERHADAP INDUSTRI GULA NASIONAL TAHUN 1947-1958. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (794Kb) | Preview

    Abstract

    dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui apa yang melatarbelakangi pendirian Proefstation Oost Java di Pasuruan, Jawa Timur. 2) Mengetahui peranan POJ terhadap industri gula nasional tahun 1947-1958. 3) Mengetahui proses dan dampak nasionalisasi POJ terhadap industri gula nasional setelah tahun 1958. Penelitian ini menggunakan metode historis yaitu heuristik, kritik Sumber (kritik intern dan kritik ekstern), interpretasi dan historiografi. Sumber penelitian dikumpulkan melalui studi dokumen arsip, buku, koran dan majalah. Sumber primer yang digunakan antara lain arsip instansi pemerintah, arsip Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), dan Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Adapun sumber sekunder yang digunakan antara lain buku-buku referensi, artikel, serta penelitian terdahulu yang berkaitan tentang tema yang diambil oleh penulis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran sebuah lembaga penelitian seperti POJ, sangat penting. POJ awalnya lembaga bentukan pemerintah kolonial Belanda yang akhirnya dinasionalisasi oleh pemerintah Republik Indonesia di tahun 1958. Hasil-hasil penemuan POJ pasca kemerdekaan berupa varietas dan cara cocok tanam tebu cukup membantu pabrik-pabrik gula dalam memproduksi gula. POJ berperan penting dalam pembibitan bibit tebu baru, pemeliharaan tebu dan bibit dari penyakit, pendistribusian hasil penelitian ke pabrik gula, serta menentukan ekspor dan impor varietas. Kesimpulan yang dapat diambil adalah POJ yang mulai dibangkitkan oleh para pengusaha gula yang tergabung dalam Algemeen Syndicaat van Suikerfabrikanten in Indonesie di awal 1950 dan berperan penting dalam industri gula nasional di antara tahun 1950 sampai 1958 sebelum putus di tengah jalan karena nasionalisasi pemerintah RI di penghujung tahun 1958. Upaya untuk membangkitkan industri gula nasional yang digadang-gadang pemerintah RI sejak masa nasionalisasi sampai sekarang belum tercapai. Nasionalisasi menyebabkan berkurangnya tenaga ahli dan dokter gula/ilmuwan/peneliti yang di tahun 1950- 1958 masih didominasi oleh orang-orang Belanda. Ketidakmampuan pemerintah RI mengganti secara cepat, otomatis mengurangi produktivitas POJ dan industri gula nasional pasca nasionalisasi.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: D History General and Old World > D History (General)
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Ilmu Sejarah
    Depositing User: Muhammad Naufal Indriatmoko
    Date Deposited: 05 Oct 2015 00:57
    Last Modified: 05 Oct 2015 00:57
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/20596

    Actions (login required)

    View Item