EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY DAN NUMBERED HEADS TOGETHER PADA MATERI POKOK FUNGSI DITINJAU DARI KECERDASAN INTERPERSONAL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE – KOTA SURAKARTA

Zainuddin, (2014) EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY DAN NUMBERED HEADS TOGETHER PADA MATERI POKOK FUNGSI DITINJAU DARI KECERDASAN INTERPERSONAL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE – KOTA SURAKARTA. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (584Kb) | Preview

    Abstract

    Zainuddin. S851208084. 2014. Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TS-TS) dan Numbered Heads Together (NHT) Pada Materi Pokok Fungsi Ditinjau dari Kecerdasan Interpersonal Siswa Kelas VIII SMP Negeri Se-Kota Surakarta. Pembimbing I: Prof. Dr. Budiyono, M.Sc. Pembimbing II: Dr. Imam Sujadi, M.Si. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik antara model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TS-TS), Numbered Heads Together (NHT), atau model pembelajaran langsung, (2) manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik, siswa dengan kecerdasan interpersonal tinggi, sedang, atau rendah, (3) manakah yang memberikan prestasi belajar yang lebih baik pada masing-masing tingkat kecerdasan interpersonal, model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TS-TS), Numbered Heads Together (NHT), atau model pembelajaran langsung, (4) manakah yang mempunyai prestasi belajar yang lebih baik pada masing-masing model pembelajaran, siswa-siswa yang mempunyai kecerdasan interpersonal tinggi, sedang, atau rendah Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 3  3. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri di kota Surakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 271 siswa dengan rincian 89 siswa untuk kelas eksperimen 1, 91 siswa untuk kelas eksperimen 2, dan 91 siswa untuk kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes prestasi belajar matematika dan angket kecerdasan interpersonal siswa. Sebelum digunakan untuk pengambilan data, instrumen tes prestasi dan angket kecerdasan interpersonal terlebih dahulu diujicobakan. Penilaian validitas isi instrumen tes dan angket dilakukan oleh validator. Uji reliabilitas instrumen tes menggunakan rumus KR-20, sedangkan uji reliabilitas instrumen angket menggunakan rumus Cronbach Alpha. Daya pembeda tes dan konsistensi internal angket menggunakan rumus korelasi produk momen dari Karl Pearson. Uji keseimbangan menggunakan analisis varian satu jalan sel tak sama, dengan   0,05 diperoleh kesimpulan bahwa sampel berasal dari populasi yang memiliki kemampuan awal sama. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dengan menggunakan metode uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Bartlett dengan statistik uji Chi Kuadrat. Dengan   0,05 diperoleh kesimpulan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan homogen. xv Berdasarkan uji hipotesis diperoleh kesimpulan sebagai berikut. (1) Model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS memberikan prestasi yang lebih baik dibanding model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan model pembelajaran langsung. Model pembelajaran kooperatif tipe NHT memiiki prestasi yang sama baiknya dengan model pembelajaran langsung. (2) Siswa yang mempunyai kecerdasan interpersonal tinggi memiliki prestasi yang sama baiknya dengan siswa yang mempunyai kecerdasan interpersonal sedang. Siswa yang mempunyai kecerdasan interpersonal tinggi memiliki prestasi yang lebih baik dibanding siswa yang mempunyai kecerdasan interpersonal rendah. Siswa yang mempunyai kecerdasan interpersonal sedang memiliki prestasi yang lebih baik dibanding dengan siswa yang mempunyai kecerdasan interpersonal rendah. (3) Pada masingmasing kecerdasan interpersonal siswa, prestasi belajar matematika yang diberi model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT maupun model pembelajaran langsung, sedangkan prestasi belajar matematika yang diberi model pembelajaran kooperatif tipe NHT sama dengan model pembelajaran langsung. (4) Pada masing-masing model pembelajaran, prestasi belajar matematika dengan kecerdasan interpersonal tinggi sama dengan prestasi belajar matematika siswa dengan kecerdasan interpersonal sedang, sedangkan prestasi belajar matematika dengan kecerdasan interpersonal tinggi maupun sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa dengan kecerdasan interpersonal rendah. Kata kunci: Two Stay Two Stray (TS-TS), Numbered Heads Together (NHT), kecerdasan interpersonal siswa

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education
    L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Pendidikan Matematika - S2
    Depositing User: Gunasih gunasih
    Date Deposited: 04 Oct 2015 01:30
    Last Modified: 04 Oct 2015 01:30
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/20448

    Actions (login required)

    View Item