KONSTRUKSI REALITAS POLITIK DALAM PEMBERITAAN PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN 2014

WARDHANI, TIANA CAHYA (2015) KONSTRUKSI REALITAS POLITIK DALAM PEMBERITAAN PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN 2014. Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF
Download (581Kb) | Preview

    Abstract

    Pemilihan Presiden Republik Indonesia 2014 ini hanya menghadirkan 2 kandidat calon presiden dan calon wakil presiden, yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Jokowi-Jusuf Kalla. Popularitas Jokowi sebagai pendatang baru di pemilihan presiden sedang berada diatas puncaknya, dan dia dijuluki sebagai “media darling” karena hampir semua media nasional memberitakannya secara positif. Berbeda dengan Prabowo, media nasional dan media internasional masih menyoroti mengenai kasus dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia pada peristiwa kerusuhan Mei 1998. Dalam pemilihan presiden, pers berfungsi untuk memberi informasi kepada publik mengenai kandidat calon presiden dan calon presiden. Oleh sebab itu pers haruslah netral dan obyektif dalam meliput berita pilpres. Berita yang dipublikasikan oleh pers merupakan hasil konstruksi realitas yang dilakukan oleh awak pers mengenai suatu peristiwa. Tetapi berita pers juga dipengaruhi oleh kebijakan redaksional, ideologi, dan subyektifitas awak media dalam menulis berita, sehingga berita yang dipublikasikan bisa mengandung suatu kepentingan tertentu, hal ini dinamakan pembingkaian berita. Melalui skripsi ini, penulis bertujuan untuk mengetahuo bagaimana Kompas dan Republika melakukan pembingkaian terhadap berita pemilihan presiden. Penulis akan menggunakan teknik analisis framing Zhongdang Pan & Kosicki, yaitu dengan menganalisa elemen sintaksis, skrip, tematik, dan retoris pada berita pemilihan presiden di dua surat kabar tersebut. Hasil yang penulis peroleh adalah Kompas Cenderung hampir selalu menulis berita tentang Jokowi dengan positif dan tidak pernah menulis berita tentang kelemahan atau kekurangan Jokowi. Sebaliknya, Kompas lebih agresif untuk menyoroti kekurangan Prabowo, terutama mengenai kasus kerusuhan Mei 1998. Republika melakukan Framing pada kedua kandidat dengan menulis kelebihan dan mengkritik tajam kelemahan kedua calon presiden dan calon wakil presiden. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Kompas lebih memihak Jokowi-JK, sedangkan Republika lebih netral.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
    Depositing User: Mohamad Ghulam Hirbatul Azis
    Date Deposited: 03 Oct 2015 11:17
    Last Modified: 03 Oct 2015 11:17
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/20226

    Actions (login required)

    View Item