PERBEDAAN VO2 MAX ANTARA PENARIK BECAK DENGAN SUPIR TAKSI DI KOTA SURAKARTA

Sambodo, Shelly Lavenia (2015) PERBEDAAN VO2 MAX ANTARA PENARIK BECAK DENGAN SUPIR TAKSI DI KOTA SURAKARTA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (278Kb) | Preview

    Abstract

    Latar Belakang: VO2 Max (volume ambilan oksigen maksimal) merupakan kemampuan pengambilan oksigen dengan kapasitas maksimal yang digunakan oleh tubuh untuk melakukan latihan maksimal. Faktor yang paling mempengaruhi VO2 Max adalah aktivitas fisik. Ketahanan kardiorespiratorik dapat ditingkatkan secara obyektif, yaitu dengan melakukan latihan/olahraga secara teratur, terstruktur, dan dilakukan terus-menerus. Penarik becak melakukan pekerjaannya dengan mengayuh becak setiap hari, sedangkan supir taksi melakukan pekerjaannya dengan mengendarai taksi setiap hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skor VO2 Max antara penarik becak dengan supir taksi di Kota Surakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pemilihan besar sampel dari populasi dilakukan dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Pangkalan Taksi Kosti Solo di daerah Mojosongo dan di daerah Surakarta. Dua kelompok sampel, yaitu 30 orang supir taksi dan 30 orang penarik becak yang memenuhi kriteria inklusi (laki-laki, usia 40 - 50 tahun; IMT berkisar antara 18.5 kg/m2 - 25 kg/m2; tekanan darah diastolik < 100 mmHg; bersedia menjadi responden dan mengisi serta menyetujui informed-consent; menekuni pekerjaan minimal 5 tahun) dilakukan penelitian dengan menggunakan Multistage Fitness Test (MFT), yaitu tes lari bolak-balik 20 meter. Nilai ini bisa dikonversikan ke dalam VO2 Max equivalent score dengan menggunakan tabel prediksi VO2 Max. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji non paired t-test (α = 0.05). Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan rerata skor prediksi VO2 Max pada penarik becak adalah 25.7867, sedangkan pada supir taksi adalah 20.8667. Data dianalisis menggunakan uji non paired t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan di antara kedua kelompok penelitian p = 0.000 (p < 0.05). Simpulan Penelitian: Terdapat perbedaan VO2 Max yang bermakna antara Penarik Becak dengan Supir Taksi di Kota Surakarta. Kata kunci: VO2 Max, penarik becak, supir taksi, ketahanan kardiorespiratorik, MFT.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Nur Aisyah Puji Utami
    Date Deposited: 03 Oct 2015 11:12
    Last Modified: 03 Oct 2015 11:12
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/20223

    Actions (login required)

    View Item