PENGULANGAN TINDAK PIDANA ABORSI YANG DILAKUKAN OLEH DOKTER TANPA IZIN PRAKTIK

RENALDY, TAUFAN ADRIAN (2015) PENGULANGAN TINDAK PIDANA ABORSI YANG DILAKUKAN OLEH DOKTER TANPA IZIN PRAKTIK. Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF
Download (374Kb) | Preview

    Abstract

    Penulisan hukum ini bertujuan untuk mengetahui ancaman sanksi pidana bagi dokter tanpa izin praktik yang melakukan pengulangan tindak pidana aborsi dalam sistem hukum pidana Indonesia dan untuk mengetahui sanksi pidana yang dijatuhkan serta dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap dokter tanpa izin praktik yang melakukan pengulangan tindak pidana aborsi pada Putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 1077/Pid.B/2011/PN.SBY. Penulisan hukum ini termasuk penelitian hukum normatif bersifat preskiptif dengan menggunakan sumber bahan-bahan hukum, baik yang berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum dalam penelitian ini adalah dengan cara studi kepustakaan. Dalam penulisan hukum ini, penulis menggunakan analisis dengan metode deduksi yang berpangkal dari pengajuan premis mayor yaitu peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai pengulangan tindak pidana aborsi yang dilakukan oleh dokter tanpa izin praktik dan Premis Minor yaitu Putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 1077/Pid.B/2011/PN.SBY dari kedua hal tersebut kemudian ditarik suatu konklusi guna mendapat jawaban atas ancaman sanksi pidana bagi dokter tanpa izin praktik yang melakukan pengulangan tindak pidana aborsi dalam sistem hukum pidana Indonesia dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap dokter tanpa izin praktik yang melakukan pengulangan tindak pidana aborsi pada Putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 1077/Pid.B/2011/PN.SBY Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan simpulan, kesatu, ancaman sanksi pidana bagi Terdakwa dr. H. Edward Armando adalah menggunakan ketentuan Pasal 348 ayat (1) KUHP, Pasal 194 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Kedua, sanksi pidana yang dijatuhkan terhadap Terdakwa dr. H. Edward Armando adalah pidana penjara selama 3 (tiga) tahun, dan dasar pertimbangan hakim terdapat pertimbangan-pertimbangan hakim yang belum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Kata kunci : Pengulangan tindak pidana, Aborsi, Dokter tanpa izin praktik.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum
    Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Mohamad Ghulam Hirbatul Azis
    Date Deposited: 03 Oct 2015 09:53
    Last Modified: 03 Oct 2015 09:53
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/20197

    Actions (login required)

    View Item