ABORSI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

Sutejo, Probo (2010) ABORSI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (2372Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan hukum Islam terhadap aborsi dan apakah terdapat jenis aborsi yang diperbolehkan oleh Hukum Islam. Penelitian ini termasuk jenis penelitian hukum normatif yang bersifat preskriptif dan terapan. Penelitian yang bersifat preskriptif merupakan penelitian hukum dalam rangka untuk menemukan aturan hukum, prinsip-prinsip hukum,maupun doktrin-doktrin hukum guna menjawab isu hukum yang dihadapi. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dari bahan pustaka. Sumber data sekunder yang digunakan mencakup bahan hukum primer,bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui studi kepustakaan yaitu pengumpulan data dengan membaca, mempelajari, mengkaji dan menganalisis serta membuat catatan dari buku literatur, peraturan perundang-undangan, koran, majalah jurnal, dokumen maupun arsip-arsip yang berkesesuaian dengan penelitian yang dibahas dan serta pengumpulan data melalui media elektronik dan hal-hal lain yang relevan dengan masalah yang diteliti yaitu aborsi dalam hukum Islam. Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan teknik deduksi data dan mempergunakan Interpretasi Data. Berdasarkan hasil penelitian maupun pembahasan dan analisis data yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa hukum asal aborsi dalam hukum Islam pada prinsipnya dilarang(haram), karena dengan sengaja menghilangkan kesempatan calon manusia untuk hidup. Hal ini berdasar alasan kehidupan sudah dimulai sejak terjadinya konsepsi yaitu nutfah (pertemuan antara sel telur dengan sperma)adalah awal kehidupan, sehingga segala aktifitas yang bertujuan untuk menggagalkan hidupnya nutfah berarti menghilangkan kehidupan. Tetapi masih terbuka celah untuk dapat berubah menjadi diperbolehkannya aborsi, apabila dalam keadaan darurat yang dibenarkan secara medis, yaitu kondisi kehamilan yang mengancam nyawa ibunya, maka aborsi dapat dilakukan. Mengorbankan janin karena menyelamatkan nyawa ibu lebih diutamakan mengingat ia sebagai sendi keluarga yang telah mempunyai kewajiban, baik terhadap Allah maupun terhadap sesama makhluk. Sedangkan janin sebelum ia lahir dalam keadaan hidup, maka ia belum mempunyai hak dan kewajiban apapun. Islam membolehkan jenisaborsi ini bahkan mewajibkannya karena Islam mempunyai prinsip menempuh salah satu tindakan yang lebih ringan dari dua hal yang berbahaya adalah wajib. Berdasarkan hasil kesimpulan yang telah diuraikan maka sebaiknya kita menghargai proses tahapan kehidupan manusia dalam rahim ibu walaupun dalam bentuk tahap sekecil apapun dan apabila aborsi dilakukan untuk menyelamatkannyawa ibu maka harusnya dilakukan dengan cara yang aman sesuai dengan standarkedokteran yang berlaku. This research aims to find out how the perspective of Islamic law on abortion is and whether or not there is a type of abortion allowed by Islamic Law. This study belongs to a normative law research that is prescriptive and applied in nature. The prescriptive research is the law research in the attempt of finding the law regulation, legal principles, and law doctrines to answer the law issue encountered. The type of data used was secondary data that is the one obtained from the literature. The secondary data source used includes primary,secondary and tertiary law materials. Technique of collecting data used was library study namely the one done by reading, learning, studying and analyzing as well as making notes from the literature books, legislation, newspaper, journal magazine,document and archive relevant to the research discussed and the data collecting using electronic media and other things relevant to the problem studied, that is,abortion in Islamic law. Technique of analyzing data used was data deduction technique and data interpretation. Considering the result of research and discussion as well as data analysis conducted, it can be concluded that the abortion original law in Islamic law is principally prohibited(proscribed), because it deliberately omits the opportunity of a prospect human being to live. It is based on the life reason has been started since the conception occurrence, that is nutfah(the meeting between ovum and sperm)is the beginning of life, so that all activities aims to fail the nutfah life meaning disappearing life. But there are still gaps to be changed thereby allowing abortion in the emergency condition justified medically, the pregnancy condition threatening mother’s life, abortion can be done. Sacrificing the fetus for saving mother’s life is more prioritized recalling that she is the strength of family who had had obligation, both to Allah and to other creatures. Meanwhile the fetus, before it was born in live condition, it has not had any right and obligation. Islam allows the type of abortion even obliges it because Islam has the principle that taking one lighter action than two dangerous things is mandatory. Based on conclusion elaborated, we should appreciate the cycle process of human life in mother’s uterine although in any small stages and if abortion is done to save mother’s life, it should be done with the safe procedure corresponding to the prevailing medical standard.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum
    Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Ardhi Permana Lukas
    Date Deposited: 11 Jul 2013 23:11
    Last Modified: 11 Jul 2013 23:11
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2017

    Actions (login required)

    View Item