AKSES PANGAN BERBASIS SPASIAL DALAM KERANGKA KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2011

Subiyanto, Sidik (2015) AKSES PANGAN BERBASIS SPASIAL DALAM KERANGKA KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2011. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (59Kb) | Preview

    Abstract

    Terpenuhinya kebutuhan pangan suatu bangsa akan turut menentukan kualitas sumber daya manusia dan stabilitas sosial politik bangsa. Untuk itulah masalah pangan menjadi masalah serius yang harus segara ditangani. Persatuan Bangsa-Bangsa (UN) telah menyatakan komitmen untuk mengatasi masalah pangan di dunia. Kesepakatan tersebut terdapat pada Deklarasi World Food Summit 1996, World Food Summit: Five Years Later (WFS: fyl) 2000, serta Deklarasi Millenium Development Goals (MDG’s) tahun 2000 yang didalamnya terdapat ketahanan pangan. Akses pangan merupakan subsistem dari ketahanan pangan, dalam akses pangan terdapat akses fisik, akses ekonomi dan akses sosial. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) untuk mengetahui informasi status akses fisik, akses ekonomi maupun akses sosial di Provinsi Jawa Timur, 2) untuk mengetahui status akses pangan di Provinsi Jawa Timur dan prioritas penanganan akses pangan di wilayah kabupaten/kota berdasarkan peta tematik yang ada. Penelitian ini menggunakan alat analisis Indeks Komposit dari 7 indikator akses pangan. Indikator akses fisik antara lain; 1) Ketersediaan pangan, 2) Jalan desa yang dapat dilalui kendaraan roda empat, 3) Ketiadaan pasar dan jarak pasar lebih dari 3 km. Indikator akses ekonomi antara lain; 1) Kemiskinan, 2) Bekerja kuarng dari 36 jam per minggu, 3) PDRB perkapita. Untuk askses sosial diwakili oleh indikator tidak tamat sekolah dasar. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa; 1) status akses fisik dan akses sosial Provinsi Jawa Timur termasuk akses yang cukup tinggi, sedangkan status akses ekonomi termasuk pada status akses cukup rendah 2) status akses pangan di Provinsi Jawa Timur masuk pada status askes cukup tinggi, kabupaten yang masuk pada prioritas penanganan perbaikan akses pangan ada 14 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur antara lain; Kabupaten Sampang, Bangkalan, Bojonegoro, Probolinggo, Pamekasan, Bondowoso, Sumenep, Ngawi, Pasuruan, Jember, Situbondo, Lamongan Pacitan dan Lumajang. Saran yang direkomendasikan adalah peningkatan akses ekonomi di Provinsi Jawa Timur dengan; 1) berupaya menurunkan angka kemiskinan, 2) terbukanya lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja agar seluruh tenaga kerja terserap dan pendapatan masyarakat naik, sehingga pendapatan masyarakat juga ikut naik, 3) perlu ditingkatkan koordinasi dan integrasi serta sinergitas antar stakeholder agar kondisi ketahanan pangan bisa stabil dan terkontrol dengan baik. Kata kunci : Ketahanan pangan, Akses pangan , dan spasial

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister > Ekonomi dan Studi Pembangunan
    Depositing User: Nur Aisyah Puji Utami
    Date Deposited: 02 Oct 2015 21:27
    Last Modified: 02 Oct 2015 21:27
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/20134

    Actions (login required)

    View Item