REPRESENTASI KRITIK DALAM MEME POLITIK (Studi Semiotika Meme Politik dalam Masa Pemilu 2014 pada Jejaring Sosial ”Path” sebagai Media Kritik di Era Siber)

Pusanti, Rosa Radia (2015) REPRESENTASI KRITIK DALAM MEME POLITIK (Studi Semiotika Meme Politik dalam Masa Pemilu 2014 pada Jejaring Sosial ”Path” sebagai Media Kritik di Era Siber). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (211Kb) | Preview

    Abstract

    Rosa Redia Pusanti, D 1212069, REPRESENTASI KRITIK DALAM MEME POLITIK. (Studi Semiotika Semiotika Meme Politik dalam Masa Pemilu 2014 pada Jejaring Sosial ”Path” sebagai Media Kritik di Era Siber). Skripsi. Program Studi Ilmu Komunikasi. FISIP. Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2015. Studi ini meneliti praktik menyebarkan meme di media sosial selama masa pemilu 2014 dan pesan yang dibawanya sebagai bagian dari aksi politik di era siber. Studi menghasilkan diskusi yang berbasis pada analisis semiotik dari meme politik yang dipilih serta observasi terhadap “netizen” tentang praktik mengunggah meme di sosial media untuk menyampaikan pesan yang mengkritisi partai yang berkuasa, aktor politik, kampanye politik, dan berbagai peristiwa politik lain melalui bentuk pesan humoris, yaitu meme. Penelitian ini menggali tanda-tanda yang dapat merepresentasikan kritik “netizen” dalam bentuk meme politik yang tersebar di jejaring sosial “Path” selama masa pemilu 2014. Penelitian ini mengambil meme politik yang terdiri dari delapan korpus terkait korupsi partai politik, alat peraga kampanye (algaka), media massa, dan calon presiden dan wakil presiden sebagai objek penelitian, menggunakan model analisis semiotik Charles Sanders Peirce. Peirce memiliki tiga tingkatan analisis, yaitu analisis tekstual (ikon, indeks, simbol), interpretasi tekstual (pemaknaan), dan intertekstual. Observasi juga dilakukan untuk mengamati praktik menyebarkan meme politik di jejaring sosial “Path” sebagai bentuk aksi politik di era siber. Penelitian ini menghasilkan simpulan bahwa ikon, indeks dan simbol dalam meme politik memiliki potensi untuk menyampaikan pesan secara kuat melalui bentuk visual dan vernakularnya untuk menjembatani keterlibatan poiltik yang menyenangkan di jejaring sosial “Path” dengan kesadaran kritis mengenai isu-isu politik. Meme politik terpilih yang tersebar pada masa pemilu 2014 menunjukkan representasi kritik terhadap beberapa peristiwa politik di Indonesia. Studi ini menunjukkan bahwa meme telah menjadi wahana penting dalam mengekspresikan pandangan politik dan dapat dipahami bahwa kini telah muncul gelombang ketertarikan terhadap penggunaan platform media baru dalam menunjukkan keterlibatan politik karena media mainstream kini dipandang pro-penguasa dan konservatif. Kata Kunci: meme; analisis semiotik; budaya siber; aksi politik siber; pemilu

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
    Depositing User: Gunasih gunasih
    Date Deposited: 02 Oct 2015 02:03
    Last Modified: 02 Oct 2015 02:03
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/19968

    Actions (login required)

    View Item