RUMAH JAWA DALAM DINAMIKA PERUANGAN DAN HUBUNGAN GENDER. KASUS: KOMUNITAS KAMPUNG BATIK LAWEYAN SURAKARTA

Muqoffa, Mohamad (2010) RUMAH JAWA DALAM DINAMIKA PERUANGAN DAN HUBUNGAN GENDER. KASUS: KOMUNITAS KAMPUNG BATIK LAWEYAN SURAKARTA. PhD thesis, Pascasarjana ITS.

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (51Kb)

    Abstract

    Penelitian ini merupakan kajian tentang isu hubungan gender dengan rumah Jawa sebagai rona (setting) budaya. Diawali dengan latar bahwa rumah dalam budaya Jawa adalah manifestasi dari konsep “omah-omah’ (berumah tangga) yang melibatkan peran laki-laki dan perempuan, sehingga berimplikasi pada konsep hubungan gender, dan akhimya berimplikasi pada ranah peruangan. Kampung Batik Laweyan Surakarta sebagai kasus studi merupakan permukirnan yang sebagian besar rumahnya mengadopsi arsitektur Jawa. Selain itu komunitas Laweyan yang mempunyai sejarah panjang sebagai pengrajin batik yang peran perempuannya tidak terbatas pada ranah ariable saja, tapi juga mencakup ranah ariab. Dari paparan tersebut dapat disusun rumusan masalah yang mencakup: pertama, bagaimana pemahaman penghuni tentang konsep rumah yang mereka huni, ditinjau dari dinamika peruangan dan perubahan hubungan gender pada rumah Jawa di Laweyan pada konteks masa kini? Kedua, bagaimana menjelaskan dinamika peruangan pada rumah Jawa di Laweyan dan perubahan hubungan gender pada konteks masa kini? Ketiga, bagaimana menjelaskan konsep rumah Jawa di Laweyan ditinjau dari dinamika peruangan dan perubahan hubungan gender pada konteks masa kini? Tujuan penelitian ini meliputi tiga hal, yakni: pertama, untuk mendapatkan pengetahuan perihal pemahaman penghuni tentang konsep rumah yang mereka huni, ditinjau dari dinamika peruangan dan perubahan hubungan gender pada rumah Jawa di Laweyan pada konteks masa kini. Kedua, untuk mendapatkan penjelasan tentang dinamika peruangan pada rumah Jawa di Laweyan dan perubahan hubungan gender pada konteks masa kini. Ketiga, untuk mendapatkan pengetahuan tentang konsep rumah Jawa di Laweyan yang telah mengalami dinamika peruangan dan perubahan hubungan gender pada konteks masa kini. Metode penelitian dibangun berdasarkan pada paradigma ariable ic , dan selanjutnya dikembangkan dengan merujuk pada pendekatan kualitatif. Berdasarkan penyelidikan di lapangan, secara purposif dapat dijaring dua belas rumah yang dimungkinkan dilakukan pengamatan lebih mendalam (in depth). Hasil penelitian rnenunjukkan bahwa fenomena perubahan hubungan gender pada kasus studi rnernpunyai tiga varian hubungan gender, yakni: dominasi peran perempuan, dominasi peran laki-laki, dan berusaha membagi peran yang sama (kesetaraan). Selanjutnya tatanan peruangan rnengalami pergeseran bersamaan dengan digunakannya rumah sebagai tempat usaha batik. Pola ranah gender mengalami pergeseran, yakni: pendhapa bukan lagi merupakan ranah maskulin. Selain itu sebagian besar peruangan bergeser rnenjadi ranah ariab, termasuk senthong. Dengan dernikian dapat disimpulkan bahwa isu hubungan gender dengan rumah Jawa di Laweyan sebagai rona (setting) budaya menunjukkan bahwa tata nilai dan tatanan peruangan rumah Jawa telah bergeser, serta ditemui penggunaan elemen baru pada peruangan untuk pemenuhan kebutuhan kegiatan usaha batik.

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: N Fine Arts > N Visual arts (General) For photography, see TR
    N Fine Arts > NA Architecture
    Divisions: Fakultas Teknik
    Depositing User: Dyah Pratiwi
    Date Deposited: 11 Jul 2013 22:09
    Last Modified: 11 Jul 2013 22:09
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/1995

    Actions (login required)

    View Item