Efektivitas Antibakterial Madu In Vitro Terhadap Pseudomonas Aeruginosa ATCC 27853

Dharma, Indra Sapta (2015) Efektivitas Antibakterial Madu In Vitro Terhadap Pseudomonas Aeruginosa ATCC 27853. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (536Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Efektivitas Antibakterial Madu In Vitro Terhadap Pseudomonas Aeruginosa ATCC 27853 Latar Belakang Madu sering digunakan sebagai obat tradisional untuk obat antibakteri sejak zaman dahulu. Madu sebagai antibakteri aktif terhadap bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Pseudomonas aeruginosa bersifat invasif dan toksigenik sehingga pada pasien dengan daya tahan tubuh yang rendah dapat menyebabkan infeksi. Pada infeksi Pseudomonas aeruginosa yang berat secara klinis bakterinya dapat dengan cepat menjadi resistan. Madu merupakan obat antibakteri yang mempunyai efek terhadap bakteri gram negatif termasuk Pseudomonas aeruginosa. Tujuan Penelitian Mengetahui efektifitas antibakterial madu terhadap Pseudomonas aeruginosa secara in vitro. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan suatu jenis studi eksperimental murni dengan desain Posttest Only Control Group Design.Penelitian ini dilakukan pada bakteri Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853. Metode dilusi digunakan untuk mengevaluasi efek antibakteri madu. Madu diencerkan dengan NaCl 0,9% menjadi berbagai konsentrasi madu, dari 25%, 50%, 75% dan 100%. NaCl 0,9% dan Gentamicin digunakan sebagai kontrol untuk pertumbuhan bakteri. Keseluruhan media itu diberikan kaldu Mueller Hinton sebagai nutrisi untuk bakteri. Media ini kemudian diinkubasi pada 37° C selama 18–24 jam. Kemudian kita menanam bakteri dari berbagai media itu ke media agar darah lalu kita inkubasi pada 37° C selama 18–24 jam. Kemudian pertumbuhan bakteri di media agar darah kita evaluasi.Kemudian dengan dilakukan analisis data statistik dengan uji Chi-Square test dengan α = 0,05 menggunakan program SPSS for windows versi 19. Hasil Penelitian Didapatkan hasil nilai p =0,001 (p<0,05), jadi ada hubungan yang signifikan antara perlakukan dengan hasil pengamatan. Semakin tinggi dosis madu yangdiberikan maka bakteri cenderung untuk tidak tumbuh. Berdasarkan tabel koeffisien kontingensi didapatkan nilai koeffisien kontigensi sebesar 0,678 artinya tingkat hubungan tersebut diatas dalam kategori kuat. Kesimpulan Madu memiliki efektifitas antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 secara in vitro. Kata kunci: Madu, Pseudomonas aeruginosa, antibakteri, Minimum Inhibitory Concentration

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 01 Oct 2015 13:22
    Last Modified: 01 Oct 2015 13:22
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/19874

    Actions (login required)

    View Item