DETEKSI METILASI GEN P14ARF KARSINOMA SEL SKUAMOSA RONGGA MULUT PADA PENDERITA DI RS DR MUWARDI SURAKARTA

Subiyantoro, Pradipto (2010) DETEKSI METILASI GEN P14ARF KARSINOMA SEL SKUAMOSA RONGGA MULUT PADA PENDERITA DI RS DR MUWARDI SURAKARTA. PhD thesis, Universitas Airlangga.

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (262Kb)

    Abstract

    Karsinoma sel skuamosa rongga mulut adalah penyakit kanker ke enam di dunia yang merupakan akumulasi genetik dan epigenetik yang biasanya terjadi pada perokok. Gen p14ARF adalah tumor supressor gene yang dapat mengikat protein MDM yang berfungsi menghancurkan protein p53. Hipermetilasi exon 1β dari p14ARF menghasilkan inaktifasi gen tersebut, seperti yang telah dilaporkan pada beberapa kanker termasuk kanker rongga mulut, tetapi sampai saat ini peranan metilasi gen dalam karsinogenesis karsinoma sel skuamosa rongga mulut masih belum jelas. Penelitian ini adalah penelitian eksploratif labolatorik yang secara umum bertujuan menjelaskan karsinogenesis karsinoma sel skuamosa rongga mulut dengan cara mendeteksi kejadian metilasi gen p14ARF pada karsinoma sel skuamosa rongga mulut pada penderita di Rumah Sakit Dr Muwardi Surakarta. Sampel penelitian adalah jaringan segar dari pasien dengan diagnosis karsinoma sel skuamosa rongga mulut di Rumah Sakit Dr Muwardi Surakarta dengan karakteristik umur antara 33-70 tahun, 2 wanita 2 pria dengan lokasi tumor pada lidah, dengan tipe kanker karsinoma sel skuamosa. Sampel karsinoma sel skuamosa rongga mulut hasil operasi dibagi menjadi dua bagian yang dikirim ke Bagian Patologi Anatomi dan bagian lainnya disimpan di dalam freezer –800C sampai akan digunakan, selain itu juga diambil sampel darah dari penderita sehat non kanker. Identifikasi gen p14ARF dilakukan dari jaringan karsinoma sel skuamosa rongga mulut yang meliputi ekstraksi DNA, pengukuran kadar DNA, PCR dan elektroforesis. Ekstraksi DNA dilakukan dengan menggunakan Genomic DNA Purification Kit (Fermentas). Gen p14ARF diidentifikasi dengan menggunakan primer p14ARF forward dan p14ARF reverse yang diambil dari Sato (2002). Analisis metilasi gen p14ARF dilakukan dengan modifikasi bisulfit menggunakan Methylcode Bisulfite Conversion Kit (Invitrogen) dan dianalisa dengan metoda spesifik metilated PCR (MSP) dengan menggunakan primer yang telah dipublikasikan (Sato, 2002) dengan control positive yang fully metilated dengan menggunakan CpG methyl transferase sss I (New England Biolab) dari sampel darah orang sehat. MSP dilakukan dengan annealing yang telah dilakukan Sato, 2002 yaitu 580C menghasilkan band yang kurang jelas pada primer methylated dan unmethylated. Dengan menaikkan suhu annealing menjadi 650C didapatkan band yang jelas pada methylated dan tidak timbul band pada primmer unmethylated. Hasil menunjukkan terjadi metilasi pada 4 sampel tersebut. Hasil interview dengan pasien tidak ada pasien yang merokok baik aktif maupun pasif, pasien semua dari ras jawa dan umumnya hidup di pedesaan dengan kondisi kebersihan mulut yang rata-rata kurang baik. Pada keadaan ini metilasi kanker rongga mulut tidak disebabkan oleh karena rokok sebagaimana beberapa penelitian lain didunia. Pengetahuan gizi yang kurang dan masih banyaknya cacat bawaan pada anak-anak dipedesaan memungkinkan terjadi kanker rongga mulut disebabkan oleh karena kekurangan asam folat. Peranan asam folat adalah pembentukan pirimidin yang merupakan komponen dari DNA yang menghasilkan protein sehingga sel yang mengandung protein tersebut berfungsi. Apabila terjadi kekurangan asam folat maka akan meningkatkan resiko tidak terbentuknya pirimidin sehingga dapat memungkinkan DNA strands break. Akibat DNA damage yang terjadi maka akan mempengaruhi produksi S Adenosine methionin dan terjadi hipometilasi pada onkogen. Apabila juga terjadi hipermetilasi pada gen p14ARF maka gen tersebut tidak dapat memicu terjadinya apoptosis terhadap DNA yang mengalami mutasi tersebut, sehingga dalam penelitian ini timbul pertanyaan 1. Bagaimana kaitan kadar asam folat tubuh dengan terjadinya kanker rongga mulut? 2. Apakah ada perbedaan kadar asam folat penderita kanker rongga mulut dan normal? 3. Apakah ada kaitan antara kadar asam folat dengan jenis DNA damage ? Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Metilasi pada gen p14ARF mempunyai peranan dan merupakan salah satu dari banyak proses dalam karsinogenesisrongga mulut terutama untuk karsinoma sel skuamusa. 2) Kondisi optimum untuk mendeteksi metilasi dengan MSP pada penelitian ini yaitu pada suhu annealing 650C. 3) Hasil yang berbeda dari penelitian ini yaitu metilasi pada gen p14ARF terjadi pada semua penderita karsinoma sel skuamusa rongga mulut peserta penelitian ini dan semua penderita tersebut bukan perokok, sedangkan hasil penelitian di negara lain menunjukkan bahwa mayoritas metilasi pada gen p14ARF terjadi pada perokok sehingga perlu dipertimbangkan faktor lain selain perokok sebagai penyebab karsinoma sel skuamosa.

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: Dyah Pratiwi
    Date Deposited: 11 Jul 2013 21:20
    Last Modified: 11 Jul 2013 21:20
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/1980

    Actions (login required)

    View Item