EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DAN THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC PADA MATERI FUNGSI DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI DI KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2014/2015

PUTRA, HENDRA (2015) EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DAN THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC PADA MATERI FUNGSI DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI DI KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2014/2015. Masters thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF
Download (504Kb) | Preview

    Abstract

    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) manakah yang mempunyai hasil belajar matematika lebih baik, siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan Scientific, model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan Scientific atau pembelajaran klasikal dengan Scientific. (2) manakah yang mempunyai hasil belajar matematika yang lebih baik, siswa dengan gaya belajar visual, gaya belajar auditorial atau gaya belajar kinestetik. (3) pada masingmasing model pembelajaran, manakah yang mempunyai hasil belajar lebih baik, siswa dengan gaya belajar visual, auditorial atau kinestetik. (4) pada masingmasing gaya belajar, manakah yang mempunyai hasil belajar matematika lebih baik, siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan Scientific, model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan Scientific atau pembelajaran klasikal dengan Scientific. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu dengan desain faktorial 3 × 3. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri di Kabupaten Karanganyar. Pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 278 siswa dengan banyak anggota sampel untuk kelompok eksperimen 1 berjumlah 94 siswa, kelompok eksperimen 2 berjumlah 92 siswa, dan kelompok kontrol berjumlah 92 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes hasil belajar matematika dan angket gaya belajar siswa. Uji prasyarat analisis data menggunakan uji Lilliefors untuk uji normalitas sedangkan untuk uji homogenitas menggunakan uji Bartlett, dengan tingkat signifikansi (??) 5% diperoleh kesimpulan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan homogen. Uji keseimbangan menggunakan uji Anava satu jalan dengan sel tak sama, dengan tingkat signifikansi (??) 5% diperoleh kesimpulan bahwa populasi pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dalam keadaan seimbang. Analisis data menggunakan Anava dua jalan dengan sel tak sama. Hasil penelitian ini adalah (1) siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe NHT mempunyai hasil belajar matematika yang lebih baik dari siswa yang dikenai model TPS dengan Scientific dan pembelajaran klasikal dengan Scientific. Selain itu, siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan Scientific mempunyai hasil belajar matematika yang lebih baik dari siswa yang dikenai pembelajaran klasikal dengan Scientific. (2) siswa yang memiliki gaya belajar auditorial mempunyai hasil belajar matematika yang lebih baik dari siswa yang memiliki gaya belajar visual dan gaya belajar kinestetik. Selain itu, siswa yang memiliki gaya belajar visual mempunyai hasil belajar matematika yang lebih baik dari siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik. (3) pada model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan Scientific, siswa yang memiliki gaya belajar visual mempunyai hasil belajar matematika yang sama dengan siswa yang memiliki gaya belajar auditorial. Selain itu, siswa yang memiliki gaya belajar visual dan gaya belajar auditorial mempunyai hasil belajar matematika lebih baik dari siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik. Pada model pembelajaran kooperatif tipe TPS dan pembelajaran klasikal dengan Scientific, siswa dengan gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik mempunyai hasil belajar matematika yang sama. (4) pada siswa dengan gaya belajar visual dan gaya belajar auditorial, model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan pembelajaran klasikal dengan Scientific mempunyai hasil yang sama dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan Scientific. Selain itu, model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan Scientific mempunyai hasil belajar lebih baik dibandingkan pembelajaran klasikal dengan Scientific. Pada siswa dengan gaya belajar kinestetik, masing-masing model pembelajaran mempunyai hasil belajar yang sama. Kata kunci: NHT dengan Scientific, TPS dengan Scientific, hasil belajar, gaya belajar.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Pendidikan Matematika - S2
    Depositing User: Mohamad Ghulam Hirbatul Azis
    Date Deposited: 30 Sep 2015 02:24
    Last Modified: 30 Sep 2015 02:24
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/19780

    Actions (login required)

    View Item