PENGARUH HUJAN 2 HARIAN TERHADAP STABILITAS LERENG DI DAS TIRTOMOYO WONOGIRI (STUDI KASUS: DESA SENDANG MULYO, TIRTOMOYO, WONOGIRI)

HUTOMO, HAWIN WIDYO (2015) PENGARUH HUJAN 2 HARIAN TERHADAP STABILITAS LERENG DI DAS TIRTOMOYO WONOGIRI (STUDI KASUS: DESA SENDANG MULYO, TIRTOMOYO, WONOGIRI). Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF
Download (1346Kb) | Preview

    Abstract

    DAS Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri mempunyai morfologi berbukit dan bergunung sehingga rawan terjadi longsor. Daerah dengan tingkat kerawanan longsor akan semakin meningkat pada musim penghujan karena massa tanah akan semakin berat. Selain dari faktor alam, aktivitas manusia dalam penggunaan lahan juga mempengaruhi terjadinya longsor. Melihat besarnya peran curah hujan dan penggunaan lahan terhadap kelongsoran, maka penelitian ini penting dilakukan untuk keperluan mitigasi bencana. Penelitian ini melakukan analisis stabilitas lereng karena pengaruh hujan 2 harian. Hujan 2 harian adalah hujan yang terjadi pada 2 hari berturut-turut. Data hujan yang dihitung sebagai beban lereng diamati pada bulan basah yaitu Januari, Februari, Maret, April, November, dan Desember selama periode lima tahun antara 2007 – 2011. Tanah pada lokasi penelitian adalah pasir berbutir halus. Perhitungan stabilitas lereng menggunakan metode Fellenius dengan variasi kemiringan lereng 30°, 45°, dan 60°. Metode CN (SCS) digunakan untuk menghitung kapasitas infiltrasi air hujan sesuai tata guna lahan dan luasan masing-masing tata guna lahan tersebut. Tata guna lahan menggunakan dua kondisi berbeda yaitu kondisi tutupan lahan eksisting (Hutan 66,98%, Tegalan 20,51%, dan Rumput 12,51%) dan kondisi tutupan lahan hutan (Hutan 100%). Hasil analisis menunjukkan bahwa lereng dengan kemiringan 30° pada dua kondisi tutupan lahan di semua bulan pengamatan mempunyai nilai SF di atas SF kritis (1,07). Lereng dengan kemiringan 45° di bulan Maret tahun 2008 dan Maret tahun 2011 pada kondisi tutupan lahan eksisting mempunyai nilai SF di bawah SF kritis sedangkan pada kondisi tutupan lahan hutan mempunyai nilai SF di atas SF kritis. Lereng dengan kemiringan 60° pada dua kondisi tutupan lahan di semua bulan pengamatan mempunyai nilai SF di bawah SF kritis. Jika dibandingkan nilai SF sebelum terjadi hujan maka pada kondisi tutupan lahan hutan cenderung mengalami penurunan nilai SF yang lebih kecil daripada kondisi tutupan lahan eksisting. Kata Kunci : DAS Wonogiri, hujan 2 harian, infiltrasi, stabilitas lereng

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Mohamad Ghulam Hirbatul Azis
    Date Deposited: 30 Sep 2015 02:02
    Last Modified: 30 Sep 2015 02:02
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/19775

    Actions (login required)

    View Item