STUDI KASUS PAKELIRAN WAYANG KULIT PURWA SUKRON SUWONDO BESERTA TINDAK TUTURNYA ( KAJIAN SOSIOPRAGMATIK)

HARBONO, (2015) STUDI KASUS PAKELIRAN WAYANG KULIT PURWA SUKRON SUWONDO BESERTA TINDAK TUTURNYA ( KAJIAN SOSIOPRAGMATIK). PhD thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF
Download (1109Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keunikan/ ciri kekhasan bentuk garap/unsur-unsur pertunjukan wayang kulit Sukron Suwondo; (2) kepatuhan Sukron Suwondo terhadap garap pakem pakeliran tradisi gaya Surakarta pada umumnya; (3) jenis-jenis tindak tutur yang terdapat dalam lakon Kyai Udan Mas, Dåsåmukå Lahir, Semar Ngruwat (TTKUMDSLSMG),dan menentukan tindak tutur yang dominan, serta mengungkap Implikatur, daya pragmatik pada tuturan tersebut; (4) Strategi bertutur yang diungkapkan dalam wujud tindak tutur langsung/ tidak langsung, kaitannya dengan pelanggaran maksim prinsip kerjasama/ prinsip kesantunan dalam pakeliran Sukron Suwondo; (5) tanggapan/ pandangan para pakar/ahli pewayangan, budayawan, dan para seniman dalang pertunjukan wayang kulit purwa, terhadap bentuk dan wujud pakeliran Sukron Suwondo. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik holistik, dengan mengkaji tiga faktor yaitu: (1) faktor objektif adalah tiga cerita yang berfokus pada jenis tindak tutur yang ditemukan, tindak tutur yang dominan, strategi bertutur langsung/ tidak langsung, Implikatur dan daya pragmatik serta ciri-ciri keunikan pakeliran yang meliputi unsur garap catur, garap karawitan pakeliran, garap sabet, dan unsur garap sanggit lakon; (2) faktor genetik adalah melakukan wawancara mendalam alasan Sukron Suwondo dalam memainkan tiga cerita tentang temuan faktor objektif; (3) faktor afektif persepsi masyarakat yaitu para pakar/ ahli pewayangan, budayawan, dan para dalang pertunjukan wayang kulit purwa, tentang temuan terhadap faktor objektif garap pakeliran Sukron Suwondo, untuk mengetahui dampak positif dan dampak negatif terhadap pakeliran. Temuan hasil penelitian tersebut seperti berikut ini. Pertama pertunjukan wayang kulit Sukron Suwondo mengalami perubahan bentuk, perubahan unsur garap, dan makna. Perubahan ini terjadi adanya faktor internal dan faktor eksternal, faktor internal karena Sukron Suwondo ingin selalu eksis di tengah-tengah masyarakat pendukungnya, dan faktor eksternal adanya perubahan teknologi komunikasi, perubahan sosial dan perubahan sistem nilai. Kedua Pada saat ini Sukron Suwondo tampil sebagai sosok dalang yang berbeda dengan dalang-dalang lain, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, bahkan oleh sementara orang ia dianggap sebagai dalang yang kontroversial dan inkonvensional. Ketiga dari tiga cerita tindak tutur yang dominan lakon (TTKUMDSLSMG) adalah sebagai berikut: terdapat 5.085 tindak tutur, yang terdiri dari Tindak tutur Asertif sebanyak 1.849 ttr. (36,36%), mencakup subtindak tutur ‘memberitahu’ 849 ttr. (16,70%), subtindak tutur ‘menjelaskan’ 483 ttr. (9,50%), subtindak tutur ‘meyakinkan’ 254 ttr. (4,99%), subtindak tutur ‘mengingatkan’ 195 ttr. (3,83%), subtindak tutur ‘menceritakan’ 38 ttr. (0,75%), subtindak tutur ‘menunjukkan’ 6 ttr. (0,12%), subtindak tutur ‘melaporkan’ 4 ttr. (0,08%). Tindak tutur direktif sebanyak 1.298 ttr. (25,53%), mencakup subtindak tutur ‘bertanya/menanyakan’ 415 kali ttr. (8,16%), subtindak tutur ‘menyarankan’ 193 kali ttr. (3,80%), subtindak tutur ‘memerintah/menyuruh’ 188 kali ttr. (3,70%), subtindak tutur ‘memohon’ 153 kali ttr. (3,01%), subtindak tutur ‘mengharapkan’ 144 kali ttr. (2,83%), subtindak tutur ‘menasihati’ 98 kali ttr. (1,92%), subtindak tutur ‘memaksa’ 52 kali ttr. (1,02%), subtindak tutur ‘memanggil’ 27 kali ttr. (0,53%), subtindak tutur ‘melarang’ 15 kali ttr. (0,29%), subtindak tutur ‘meminta’ 13 kali ttr. (0,26%).Tindak tutur ekspresif sebanyak 998 ttr. (19,63%), mencakup subtindak tutur ‘mengakui’ 569 kali ttr. (11,19%), subtindak tutur ‘menyadari’ 217 kali ttr. (4,27%), subtindak tutur ‘menyesal’ 126 kali ttr. (2,48%), subtindak tutur ‘menyangkal’ 51 kali ttr. (1,00%), subtindak tutur ‘meminta maaf’ 25 kali ttr. (0,49%), subtindak tutur ‘mengeluh’ 10 kali ttr. (0,20%). Tindak tutur verdiktif sebanyak 509 ttr. (10,01%), yang terdiri subtindak tutur ‘menyalahkan’ 225 kali ttr. (4,42%), subtindak tutur ‘menuduh’ 154 kali ttr. (3,03%), subtindak tutur ‘menegur’ 43 kali ttr. (0,85%), subtindak tutur ‘memuji’ 41 kali ttr. (0,81%), subtindak tutur ‘berterima kasih’ 23 kali ttr. (0,45%), subtindak tutur ‘memarahi’ 20 kali ttr. (0,39%), subtindak tutur ‘menghubungkan’ 3 kali ttr. (0,06%). Tindak tutur komisif sebanyak 396 kali ttr. (7,79%), subtindak tutur ‘menolak’ 132 kali ttr. (2,60%), subtindak tutur ‘menawarkan’ 109 kali ttr. (2,14%), subtindak tutur ‘mengancam’ 78 kali ttr (1,5.3%), subtindak tutur ‘berjanji’ 17 kali ttr. (0,33%). Tindak tutur fatis sebanyak 42 kali ttr. (0,83%), mencakup subtindak tutur ‘berkelakar’ 24 kali ttr. (0,47%), subtindak tutur ‘mengucapkan salam’ 12 kali ttr. (0,24%), subtindak tutur ‘basa-basi’ 6 kali ttr. (0,12%). Tindak tutur performatif sebanyak 13 kali ttr. (0,26%), terdiri dari subtindak tutur ‘mengumumkan’ 8 kali ttr. (0,16%), subtindak tutur ‘hukuman’ sebanyak 5 kali ttr. (0,10%). Keempat strategi bertutur yang memilih menggunakan jenis tindak tutur tidak langsung (TTDL) lebih sering digunakan daripada dengan tindak tutur langsung (TTL), perbandingannya adalah TTDL 1137 kali Ttr (70,36%), sedangkan TTL 476 kali Ttr. Implikasi dari kepatuhan terhadap maksim-maksim prinsip kerjasama itu diperlukan ketika penutur dan mitra tutur menekankan unsur kerjasama dalam tindak pertuturan, oleh karena itu diperlukan prinsip berkomunikasi yang lain, yaitu prinsip sopan-santun (PSS), prinsip relevansi (PR), prinsip humor (PH), dan prinsip kerukunan (PK). Kata kunci: Tindak tutur, Implikatur, Daya Pragmatik, dan Prinsip.

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Doktor
    Pasca Sarjana > Doktor > Linguistik - S3
    Depositing User: Mohamad Ghulam Hirbatul Azis
    Date Deposited: 30 Sep 2015 01:36
    Last Modified: 30 Sep 2015 01:36
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/19770

    Actions (login required)

    View Item