PERAN TONARIGUMI (RUKUN TETANGGA) DI JAWA MASA PENDUDUKAN JEPANG TAHUN 1942-1945PERAN TONARIGUMI (RUKUN TETANGGA) DI JAWA MASA PENDUDUKAN JEPANG TAHUN 1942-1945

TIYANTO, HAFIZ ARUMINGTYAS (2015) PERAN TONARIGUMI (RUKUN TETANGGA) DI JAWA MASA PENDUDUKAN JEPANG TAHUN 1942-1945PERAN TONARIGUMI (RUKUN TETANGGA) DI JAWA MASA PENDUDUKAN JEPANG TAHUN 1942-1945. Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF
Download (802Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk: 1.Mengetahui tentang latar belakang terbentuknya Tonarigumi di Jawa masa pendudukan Jepang tahun 1942-1945. 2. Mengetahui peranan Tonarigumi terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Jawa pada masa pendudukan Jepang tahun 1942-1945. Penelitian ini menggunakan metode historis yaitu heuristik, kritik sumber (kritik intern dan kritik ekstern), interpretasi dan historiografi. Sumber penelitian dikumpulkan melalui studi dokumen dan arsip. Sumber yang digunakan antara lain adalah arsip berupa surat kabar yang sezaman dari pelaku sejarah yang telah dibukukan. Adapun sumber sekunder yang digunakan antara lain buku-buku referensi, artikel, serta penelitian terdahulu yang berkaitan dengan tema yang diambil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan Tonarigumi merupakan sebuah lembaga pemerintah Jepang di tingkat paling bawah dan anggotanya terdiri dari 10-20 rumah. Kemunculan Tonarigumi mendapat apresiasi dari rakyat Jawa, karena Tonarigumi didasarkan pada nilai-nilai semangat gotong royong, kerukunan antar tetangga dan cinta tanah air. Melalui Tonarigumi pemerintah Jepang mampu mengontrol kegiatan rakyat, memperkuat benteng pertahanan perang, mobilisasi massa, memasok sandang, pangan dan menopang keuangan perang serta mengatur lingkungan rakyat. Sehingga, Tonarigumi di Jawa dianggap memiliki peran penting bagi pemerintah Jepang dalam rangka mensukseskan Perang Asia Timur Raya. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa, pada tahun ke dua pendudukan Jepang di Jawa, kondisi balatentara Jepang di kancah peperangan Asia Timur Raya semakin terdesak. Pemerintah Jepang membutuhkan bantuan tenaga manusia yang sangat banyak untuk mengahadapi serangan musuh, sehingga pemerintah Jepang mencari solusi dengan mendirikan sebuah lembaga pemerintahan yang dapat digunakan untuk mengendalikan massa dan berlaku untuk memperketat cengkeraman pemerintah atas penduduk serta untuk meningkatkan komunikasi dengan mereka. Lembaga tersebut bernama Tonarigumi. Keberadaan lembaga Tonarigumi tahun 1942-1945 membawa dampak positif dan negatif bagi rakyat Jawa. Dampak positif tersebut diantaranya meningkatkan jiwa gotong royong dan kedisiplinan rakyat, rakyat mendapatkan pengajaran mengenai kesehatan dan pendidikan militer. Sedangkan dampak negatif ditunjukkan dengan pudarnya lembaga politik tradisional, merosotnya perekonomian rakyat, meningkatnya kemiskinan, dan kehidupan rakyat yang semakin sengsara. Kata Kunci: Peran, Tonaigumi, Jepang.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: D History General and Old World > D History (General)
    N Fine Arts > NX Arts in general
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Ilmu Sejarah
    Depositing User: Mohamad Ghulam Hirbatul Azis
    Date Deposited: 29 Sep 2015 23:43
    Last Modified: 29 Sep 2015 23:43
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/19736

    Actions (login required)

    View Item