TINGKAT-TINGKAT BERPIKIR PROBABILISTIK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Sujadi, Imam (2010) TINGKAT-TINGKAT BERPIKIR PROBABILISTIK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. PhD thesis, Pascasarjana UNESA.

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (56Kb)

    Abstract

    Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang selalu dihadapkan pada fenomena yang sudah terjadi, fenomena yang sedang terjadi, atau fenomena yang akan terjadi. Berpikir probabilistik akan banyak peranannya dalam situasi seseorang menghadapi fenomena yang akan terjadi, dimana fenomena itu bukan kejadian yang pasti terjadi, atau tidak mungkin terjadi, akan tetapi kejadian tersebut masih mungkin terjadi. Derajat keyakinan seseorang untuk mengambil kesimpulan tentang kejadian yang mungkin terjadi berbeda. Keadaan ini menunjukkan adanya tingkat berpikir probabilistik seseorang yang berbeda. Konsep tentang tingkat-tingkat berpikir probabilistik telah diungkapkan oleh beberapa ahli, antara lain oleh Jones, dkk. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengembangkan tingkat-tingkat berpikir probabilistik yang memenuhi validitas dan reliabilitas, serta menemukan karakteristik tiap-tiap tingkat berpikir probabilistik siswa SMP yang secara formal sudah mendapat pembelajaran tentang peluang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan wawancara berbasis tugas. Subjek penelitian terdiri dari dua belas orang siswa kelas 9 SMP N 6 dan SMP N 17 Surakarta. Proses penelitiannya mengikuti tahap-tahap: (a) merumuskan teori hipotetis berdasarkan kajian teori dan didukung dengan data prasurvei, (b) menvalidasikan draf tingkat berpikir probabilistik pada validator untuk mengetahui validitas isi dan konstruk teori yang dikembangkan, (c) merevisi draf tingkat berpikir probabilistik dengan mengajukan, teori hipotetis baru, (d) melakukan pengambilan data untuk mengetahui keberadaan tingkat berpikir probabilistik dan menemukan karakteristik untuk tiap-tiap tingkat berpikir probabilistik, (e) melakukan analisis dengan metode perbandingan tetap untuk mengetahui reliabilitas tingkat berpikir probabilistik yang dibuat, dan (f) menuliskan teori tingkat-tingkat berpikir probabilistik siswa dalam menyelesaikan masalah probabilistik. Penelitian ini akhirnya menghasilkan tingkat-tingkat berpikir probabilistik untuk siswa yang secara formal sudah mendapatkan pembelajaran tentang peluang dalam memecahkan masalah probabilistik yang memenuhi validitas dan reliabilitas sebagai berikut ini. Tingkat Berpikir Probabilistik 0 (Prasubjektif) Subjek kurang memahami masalah probabilistik yang akan diselesaikan, tidak memahami konsep suatu kejadian itu mungkin atau pasti terjadi, ketika menentukan ruang sampel suatu percobaan statistik, menentukan peluang suatu kejadian, memprediksi kejadian yang paling mungkin atau paling tidak mungkin, dan membandingkan peluang suatu kejadian dalam dua ruang sampel yang berbeda alasannya tidak masuk akal (sekedar menjawab), memiliki pengetahuan prosedural menentukan anggota ruang sampel namun tidak bisa mengaitkan dengan konsep peluang. Tingkat Berpikir Probabilistik 1 (Subjektif) Subjek memahami konsep suatu kejadian itu mungkin atau pasti terjadi, mampu mendaftar secara lengkap hasil eksperimen satu tingkat, mampu mendaftar secara lengkap hasil eksperimen dua tingkat namun tidak memahami konsep peluang suatu kejadian untuk eksperimen dua tingkat, pengetahuan prosedural terkait dengan penentuan anggota ruang sampel dengan diagram pada eksperimen dua tingkat, tidak mampu digunakan untuk menentukan anggota ruang sampel pada eksperimen tiga tingkat, dapat menentukan besarnya kemungkinan terjadinya suatu kejadian untuk eksperimen satu tingkat menggunakan bilangan, ketika memprediksi kejadian yang paling mungkin atau paling tidak mungkin berdasarkan pada pendapat secara subjektif, tidak memahami konsep perbandingan peluang dua kejadian pada ruang sampel yang berbeda, ketika membandingkan peluang suatu kejadian dalam dua ruang sampel yang berbeda berdasarkan pada pendapat subjektif. Tingkat Berpikir Probabilistik 2 (Transisional) Subjek mampu mendaftar secara lengkap suatu himpunan hasil eksperimen dua tingkat menggunakan strategi yang terbatas dan tidak sistematis, memahami konsep suatu kejadian itu mungkin terjadi atau pasti terjadi baik pada eksperimen satu tingkat maupun eksperimen dua tingkat, dapat menentukan besarnya kemungkinan terjadinya suatu kejadian untuk eksperimen satu tingkat menggunakan bilangan, tidak dapat menyatakan besarnya kemungkinan terjadinya suatu kejadian untuk eksperimen dua tingkat menggunakan bilangan secara informal, memprediksi kejadian yang paling mungkin atau paling tidak mungkin berdasarkan pada pendapat secara kuantitatif tetapi kembali pada pendapat subjektif, dan membandingkan peluang dua kejadian berdasarkan pada pendapat secara kuantitatif tetapi kembali pada pendapat subjektif. Tingkat Berpikir Probabilistik 3 (Kuantitatif Informal) Subjek menggunakan cara berpikir kuantitatif secara informal, mampu mendaftar secara lengkap suatu himpunan hasil eksperimen dua tingkat menggunakan sebagian strategi generatif, memprediksi kejadian yang paling mungkin atau paling tidak mungkin berdasarkan pada pendapat secara kuantitatif, dapat menentukan besarnya kemungkinan terjadinya suatu kejadian untuk eksperimen satu tingkat dan dua tingkat menggunakan bilangan secara informal, dan menggunakan bilangan secara informal ketika membandingkan peluang dua kejadian . Tingkat Berpikir Probabilistik 4 (Seminumerik) Subjek mampu menggunakan strategi generatif untuk mendaftar secara lengkap suatu himpunan hasil eksperimen dua tingkat, dapat menerapkan strategi generatif untuk mendaftar secara lengkap suatu himpunan hasil eksperimen tiga tingkat, memprediksi kejadian yang paling mungkin atau paling tidak mungkin untuk eksperimen satu tingkat dengan menyebutkan besarnya peluang suatu kejadian secara numerik, memahami konsep peluang suatu kejadian untuk eksperimen satu tingkat dan dua tingkat, dapat menentukan ukuran peluang secara numerik dalam membandingkan peluang dua kejadian untuk eksperimen satu tingkat, ketika menentukan peluang kejadian untuk eksperiman dua tingkat selalu mengaitkan peluang tiap-tiap kejadian pada eksperimen satu tingkat, dan kesulitan menggunakan besaran peluang tersebut untuk mendapatkan peluang suatu kejadian pada eksperimen dua tingkat. Tingkat Berpikir Probabilistik 5 (Numerik) Subjek mampu menggunakan dan menerapkan strategi generatif yang memungkinkan mendaftar secara lengkap suatu himpunan hasil eksperimen dua atau tiga tingkat, memprediksi kejadian yang paling mungkin atau paling tidak mungkin untuk eksperimen, satu atau dua tingkat dengan menyebutkan peluang kejadian secara numerik, ketika memprediksi kejadian yang paling mungkin atau paling tidak mungkin dan membandingkan peluang dua kejadian, kadang kadang subjek menyebut besarnya peluang suatu kejadian dengan pecahan (misal 2/3) , atau banyaknya hasil "banding" banyaknya semua hasil yang mungkin (misal 2:3), dapat menentukan ukuran peluang secara numerik dalam membandingkan peluang dua kejadian untuk eksperimen dua tingkat. Berdasarkan hasil penelitian itu, maka tingkat berpikir probabilistik ini dapat digunakan sebagai dasar penelitian lebih lanjut yang bersifat verifikasi, modifikasi, atau pengembangan teori. Hasil penelitian ini juga dapat digunakan untuk patokan dalam menilai kemampuan berpikir probabilistik siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang memuat unsur ketidakpastian. Hasil penelitian ini juga dapat digunakan untuk merancang model atau strategi pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan atau mengoptimalkan kemampuan berpikir probabilistik siswa.

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Depositing User: Dyah Pratiwi
    Date Deposited: 11 Jul 2013 20:57
    Last Modified: 11 Jul 2013 20:57
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/1973

    Actions (login required)

    View Item