IMPLEMENTASI KEBIJAKAN INDIKASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN JEPARA

KRISNANDARI, DIAN APRILIA (2014) IMPLEMENTASI KEBIJAKAN INDIKASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN JEPARA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (148Kb) | Preview

    Abstract

    Era globalisasi saat ini. terjadi persaingan yang semakin ketat dan tidak sehat pada setiap produk, tidak terkecuali produk yang berbasis industri manufaktur, seperti Mebel Ukir Jepara. Mebel Ukir Jepara marak terjadi pembajakan desain ukir kayu hasil kreatifitas para pengrajin mebel Jepara. Akibatnya perajin mebel ukir Jepara tidak bisa lagi mengekspor produknya ke negara yang membajak. Oleh karena itu, untuk melindungi karya mebel dan ukiran Jepara di tengah pasar internasional dari ancaman klaim dari negara-negara lain maka tahun 2007 Dinas Perindustrian dan Perdagangan selaku instansi Pemerintah yang ada di Kabupaten Jepara melakukan trobosan kebijakan yaitu mendaftarkan Indikasi Geografis atas Mebel Ukir Jepara (MUJ) ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kebjakan indikasi geografis di Kabupeten Jepara dilihat dari SK Bupati Jepara Nomer 78 Tahun 2010 tentang Lembaga Operasional Produk Indikasi Geografis. Adapun faktor-faktor dalam implementasi, meliputi komunikasi, sumber daya, dan dukungan publik. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Validitas data menggunakan teknik triangulasi data. Impelentasi kebijakan indikasi geografis di Kabupaten Jepara untuk Standarisasi Produk sudah disusun melalui Standart Operasional Produk (SOP), Pelaksanan Operasional baru tahap verifikasi anggota dan verifikasi produk, sedangkan tahap Sertifikasi masih belum bisa dilakukan karena masih dalam tahap verifikasi produk. Pelaporan Kegiatan kepada Bupati Jepara sudah dilakukan secara periodik oleh Lembaga JIP yang sebelumnya sudah di evaluasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi Kebijakan Indikasi Geografis meliputi komunikasi, sumber daya dan dukungan publik. Hasil penelitian berdasarkan indikator komunikasi masih belum efektif terutama dalam hal sosialisasi Indikasi Geografis Mebel Ukir Jepara ke pengusaha/pengrajin ukir. Kemudian indikator sumber daya baik itu sember daya manusia, dana, maupun fasilitas masih terkendala. Terakhir indikator dukungan publik, belum menunjukkan partisipasi yang berarti dari pengusaha/pengrajin ukir. Terbukti dari 4.104 pengusaha/pengrajin ukir hanya ada 17 anggota dan 10 produk yang terdaftar. Hambatan paksanaan program adalah masih kurangnya sosialisasi baik dari pemerintah maupun dari lembaga JIP dan masih kurangnya penggunaan internet terutama penggunaan internet bagi para pengrajin ukir. Kata Kunci : Implementasi, Kebijakan, Indikasi Geografis

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    J Political Science > JS Local government Municipal government
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Administrasi Negara
    Depositing User: Natasya Andalucki Yohosua
    Date Deposited: 28 Sep 2015 14:49
    Last Modified: 28 Sep 2015 14:49
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/19672

    Actions (login required)

    View Item