Hubungan Antara Jenis Kelamin, Asupan Makanan, Pola Tidur, Aktivitas Fisik dan Riwayat Keluarga dengan Sindroma Metabolik Pada Remaja di Kota Malang

R, RIZKI MUSTIKA (2015) Hubungan Antara Jenis Kelamin, Asupan Makanan, Pola Tidur, Aktivitas Fisik dan Riwayat Keluarga dengan Sindroma Metabolik Pada Remaja di Kota Malang. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (55Kb) | Preview

    Abstract

    Rizki Mustika Riswari. 2015. Hubungan antara Jenis Kelamin, Asupan Makanan, Pola Tidur, Aktivitas Fisik dan Riwayat Keluarga dengan Sindrom Metabolik pada Remaja di Kota Malang. TESIS. Pembimbing I: Prof. Bhisma Murti, dr., MPH., M.Sc., Ph.D. Pembimbing II: Dono Indarto, dr., M.Biotech., St., Ph.D ABSTRAK Latar belakang. Sindrom metabolik merupakan gangguan metabolik yang meliputi berat badan lebih ( overweight dan obesitas), diabetes mellitus, hipertensi, dislipidemia dan resistensi insulin. Indeks massa tubuh, lingkar pinggang, tekanan darah, kadar trigliserida, kadar HDL dan kadar gula darah puasa diperlukan untuk menegakkan diagnosis sindrom metabolik. Risiko sindrom metabolik meningkat pada kelompok dengan berat badan lebih. Remaja merupakan kelompok populasi penting dalam keberlangsungan masa depan suatu bangsa. Dalam beberapa dekade terakhir, tren peningkatan berat badan lebih banyak pada remaja. Sindrom metabolik dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain jenis kelamin, asupan makanan, pola tidur, aktivitas fisik dan riwayat keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sindrom metabolik dengan jenis kelamin, asupan makanan, pola tidur, aktivitas fisik dan riwayat keluarga. Subjek dan metode. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI di empat SMAN dan SMKN di Kota Malang. Subjek penelitian sejumlah 227 siswa yang didapat secara random dan kuota sampling. Seluruh subjek penelitian harus mengisi sejumlah kuesioner. Selanjutnya seluruh subjek penelitian dilakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang dan tekanan darah. Pengambilan darah vena dilakukan untuk pemeriksaan kadar high density lipoprotein, trigliserida dan gula darah puasa. Data yang diperoleh diuji dengan analisis regresi linier ganda menggunakan software STATA Intercooled 7. Hasil. Sebagian besar subjek penelitian berjenis kelamin perempuan, yaitu sebanyak 84,6%. Sejumlah 20% subjek laki-laki dan 32. 8% perempuan termasuk kategori berat badan lebih. Sebanyak 4.7% subjek perempuan mengalami sindrom metabolik. Analisis data secara statistik menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara sindrom metabolik dengan asupan energi (b < 0,001, CI 95%); asupan karbohidrat (b = 0,002, CI 95%); asupan protein (b = 0,007, CI 95%); asupan lemak (b = 0,006, CI 95%), jenis kelamin (b = 0,181; CI 95%). Kesimpulan. Hasil analisis data secara statistik menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara sindrom metabolik dengan jenis kelamin dan asupan makanan. Secara bersama-sama jenis kelamin, asupan makanan, pola tidur, aktivitas fisik dan riwayat keluarga mempengaruhi sindrom metabolik sebesar 54 %. Berdasarkan hasil penelitian, perlu meningkatkan kerjasama antara pihak sekolah dengan dinas kesehatan untuk melakukan deteksi dini risiko sindrom metabolik pada seluruh siswa. Untuk penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol serta sifat genetik individu terhadap sindrom metabolik. Kata kunci: sindrom metabolik, jenis kelamin, asupan makanan

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 25 Sep 2015 13:04
    Last Modified: 25 Sep 2015 13:04
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/19518

    Actions (login required)

    View Item