PERANAN ANGKATAN LAUT MANDALA DAN ANGKATAN UDARA MANDALA DALAM OPERASI MILITER PEMBEBASAN IRIAN BARAT TAHUN 1961-1963

H, USTMAN AMRULLOH AL (2015) PERANAN ANGKATAN LAUT MANDALA DAN ANGKATAN UDARA MANDALA DALAM OPERASI MILITER PEMBEBASAN IRIAN BARAT TAHUN 1961-1963. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (66Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Ustman Amrulloh Al Haniif. C. 0511032. 2015. Peranan Angkatan Laut Mandala dan Angkatan Udara Mandala dalam Operasi Militer Pembebasan Irian Barat Tahun 1961-1963. Skripsi: Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah latar belakang operasi militer di Irian Barat tahun 1961-1963. Peran Angkatan Laut dan Angkatan Udara Republik Indonesia dalam operasi militer pembebasan Irian Barat. Pengaruh dari operasi militer pembebasan Irian Barat tahun 1961-1963 bagi Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yaitu Heuristik (Pengumpulan Sumber), Kritik Sumber, Interpretasi, dan Historiografi. Pengumpulan data diperoleh dari arsip-arsip, buku, surat kabar, majalah dan karya ilmiah. Data yang terkumpul dilakukan kritik sumber untuk menentukan kebenarannya. Hasil analisa kemudian diinterpretasikan berdasarkan kronologisnya. Hasil penelitian yang telah dilakukakan menunjukkan latar belakang operasi militer di Irian Barat terjadi sejak tahun 1949 akibat dari Belanda yang tidak mau menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia dalam Konfrensi Meja Bundar (KMB). Upaya penyelesaian secara diplomasi di PBB yang berujung kegagalan membuat pertentangan mengarah kearah konfrontasi. Sikap Belanda yang memperkuat kekuatan militernya di Irian Barat dijawab Presiden Sukarno dengan kampanye Trikora dan pembentukan Komando Mandala. Komando Mandala terdiri dari Angkatan Laut, Angkatan Darat dan Angkatan Udara. Angkatan Laut mempunyai peran vital sebagai unsur angkut laut dalam upaya penyusupan pasukan infiltrasi sedang Angkatan Udara juga berperan penting sebagai perlindungan udara dan penyusupan pasukan melalui udara dengan cara penerjunan. Operasi infiltrasi yang dilakukan lewat laut dan udara berhasil memasukan 1.397 pasukan, pertahanan yang berhasil ditembus membuat Belanda akhirnya menyetujui kembali berunding dengan Indonesia. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah latar belakang operasi militer di Irian Barat terjadi sejak tahun 1949 akibat dari Belanda yang tidak mau menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia dalam Konfrensi Meja Bundar (KMB) sikap tersebut dijawab Presiden Sukarno dengan pembentukan Komando Mandala Pembebasan Irian Barat. Komando Mandala mempersiakan serangkaian strategi operasi militer untuk membebaskan Irian Barat dengan tiga fase yaitu infiltrasi, eksploitasi dan konsolidasi. Didukung alutsista modern dari Uni Soviet, Indonesia menjelma menjadi kekuatan yang ditakuti di belahan bumi selatan masa itu. Serangkaian operasi yang dilancarkan, Operasi Jayawijaya-lah yang menjadi titik pemukul untuk menghancurkan kekuatan Belanda. Kemampuan Indonesia menggabungkan perjuangan diplomasi dan militer membuat Belanda akhirnya harus menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia yang sebelumnya diserahkan kepada UNTEA-PBB terlebih dahulu. Kata kunci : Trikora, Komando Mandala, Irian Barat.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: D History General and Old World > D History (General)
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Ilmu Sejarah
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 22 Sep 2015 14:11
    Last Modified: 22 Sep 2015 14:11
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/19444

    Actions (login required)

    View Item