Komparasi Perubahan Aspek Sosial EKonomi Pada Penghuni Rumah Susun Pasca Penanganan Squatter Di Kota Surakarta

KHIZAM DEBY KURNIAWAN, KHIZAM DEBY (2015) Komparasi Perubahan Aspek Sosial EKonomi Pada Penghuni Rumah Susun Pasca Penanganan Squatter Di Kota Surakarta. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (434Kb) | Preview

    Abstract

    Kota memiliki daya tarik tersendiri untuk ditinggali. Masyarakat memiliki pandangan bahwa sebuah kota memiliki fasilitas yang lengkap, aksesibilitas yang baik, lapangan pekerjaan yang luas dan sebagainya. Hal ini menyebabkan pertumbuhan penduduk yang pesat di perkotaaan karena masyarakat berpindah ke kota demi penghidupan yang lebih layak. Masyarakat yang berpindah ke kota pada umumnya tidak memiliki modal yang cukup untuk tinggal di kota. Semakin meningkatnya jumlah penduduk tidak diimbangi dengan peningkatan pelayanan kota khususnya di bidang perumahan permukiman sehingga akan muncul permukiman kumuh illegal (squatter). Sehingga squatter tersebut perlu ditangani, secara umum penanganan squatter memiliki dua pola pendekatan penanganan, yaitu pola on-site dan off-site. Penanganan on site disini maksudnya penanganan masalah squatter tanpa memindahkan lokasi ke daerah lain tetapi dengan menyediakan tempat tinggal yang layak huni. Sedangkan penanganan off site maksudnya penanganannya dengan memindahkan masyarakat yang tinggal di permukiman kumuh ilegal ke daerah lain yang lebih layak dan dengan status tanah yang legal. Pada hakikatnya kedua penanganan ini sama karena sama sama bertujuan untuk meningkatkan kehidupan sosial maupun ekonomi masyarakat. Salah satu penanganan squatter di Kota Surakarta dengan membangun rumah susun. Semakin sempitnya lahan di Kota Surakarta menjadikan salah satu alasan pembangunan rumah susun di Kota Surakarta lebih diprioritaskan untuk menangani squatter. Berdasarkan isu yang sedang berkembang, penelitian ini ingin mengetahui komparasi perubahan aspek sosial ekonomi pada penghuni rumah susun pasca penanganan squatter di Kota Surakarta. Metode yang digunakan adalah melakukan skoring dalam mengidentifikasi aspek sosial ekonomi pada Rumah Susun Begalon I, Rumah Susun Begalon II dan Rumah Susun Semanggi. Hasil penelitian ini adalah komparasi perubahan aspek sosial ekonomi pada penghuni rumah susun pasca penanganan squatter di Kota Surakarta dapat dilihat bahwa pada Rumah Susun Begalon I mengalami peningkatan sedang, sedangkan pada Rumah Susun Begalon II dan Rumah Susun Semanggi mengalami peningkatan rendah. Sehingga perubahan aspek sosial ekonomi pada Rumah Susun Begalon I yang merupakan penanganan on site memiliki peningkatan yang lebih tinggi dari Rumah Susun Begalon II yang merupakan penanganan off site tanpa mendekatkan tempat kerja dan Rumah Susun Semanggi yang merupakan penanganan off site dengan tempat kerja didekatkan. Kata Kunci: Aspek sosial ekonomi, rumah susun, squatter

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Perencanaan Wilayah dan Tata Kota
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 22 Sep 2015 13:53
    Last Modified: 22 Sep 2015 13:53
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/19437

    Actions (login required)

    View Item