Dukungan Faktor-Faktor Lokasi terhadap Pengembangan Agroindustri Salak di Kawasan Agropolitan Kabupaten Sleman

AZHARI, ABIMANYU PUTRA (2015) Dukungan Faktor-Faktor Lokasi terhadap Pengembangan Agroindustri Salak di Kawasan Agropolitan Kabupaten Sleman. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (351Kb) | Preview

    Abstract

    Konsep agropolitan merupakan konsep yang dikembangkan sebagai kritik atas kegagalan pengembangan industri di beberapa negara berkembang Asia yang mengakibatkan kecenderungan urbanisasi tinggi, ketidakmerataan pendapatan, kekurangan bahan pangan, pengurasan dan rusaknya sumber daya alam (Friedman dan Douglas 1975). Konsep ini menekankan pada pengembangan agroindustri sebagai inti dari konsep agropolitan yang merupakan salah satu bagian dari keberhasilan agropolitan itu sendiri. Kawasan Agropolitan Kabupaten Sleman memiliki potensi komoditas unggulan salak yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk yang dapat meningkatkan nilai dari komoditas tersebut. Pasca ditetapkan sebagai kawasan agropolitan, pengembangan agroindustri salak di Kawasan Agropolitan Kabupaten Sleman masih belum memberikan dampak bagi pengembangan kawasan. Hal ini dapat diketahui dari masih terbatasnya industri yang berkembang dan tidak teraglomerasi antara satu industri dengan industri lainnya. Agroindustri yang sudah ada masih berjalan sendiri-sendiri tanpa memperhatikan aspek penting dalam pengembangannya, salah satunya adalah faktor lokasi. Lokasi memiliki peran penting bagi keberlangsungan agroindustri suatu kawasan sehingga dapat berjalan optimal. Berdasarkan isu tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ketercapaian dukungan faktor-faktor lokasi terhadap pengembangan agroindustri salak di Kawasan Agropolitan Kabupaten Sleman, metode yang digunakan adalah melakukan analisis skoring pada tiap variabel faktor-faktor lokasi pengembangan agroindustri untuk mengetahui ketercapaian dukungan faktor lokasi terhadap pengembangan agroindustri salak di Kawasan Agropolitan Kabupaten Sleman. Hasil penelitian ini adalah faktor-faktor lokasi memiliki ketercapaian yang tinggi dalam pengembangan agroindustri salak di Kawasan Agropolitan Kabupaten Sleman. Bahan baku yang diidentifikasi melalui sub variabel asal, jarak dan cara menghimpun bahan baku memiliki nilai ketercapaian dukungan 96,4% yang artinya sangat mendukung pengembangan agroindustri. Tenaga kerja yang diidentifikasi melalui sub variabel jumlah, asal dan jarak lokasi tenaga kerja memiliki nilai dukungan 66,9% yang artinya mendukung pengembangan agroindustri. Pemasaran yang diidentifikasi melalui sub variabel lokasi, jarak dan cara distribusi produk memiliki nilai ketercapaian 90,6% yang artinya sangat mendukung pengembangan agroindustri. Transportasi/ aksesibilitas yang diidentifikasi melalui sub variabel jaringan jalan, biaya transportasi (cost) dan waktu tempuh memiliki nilai ketercapaian 84,2% yang artinya sangat mendukung pengembangan agroindustri. Fisik lahan yang diidentifikasi melalui sub variabel topografi dan kerawanan bencana memiliki nilai ketercapaian 97,5% yang artinya sangat mendukung pengembangan agroindustri. . Kata Kunci: agropolitan, pengembangan agroindustri, faktor lokasi

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Perencanaan Wilayah dan Tata Kota
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 21 Sep 2015 15:45
    Last Modified: 21 Sep 2015 15:45
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/19402

    Actions (login required)

    View Item