PERAN PETA SOSIAL MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI RESIKO BENCANA GUNUNG MERAPI DI DUKUH SEPI KELURAHAN JRAKAH SELO BOYOLALI

MARGIANA, DANI BINA (2014) PERAN PETA SOSIAL MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI RESIKO BENCANA GUNUNG MERAPI DI DUKUH SEPI KELURAHAN JRAKAH SELO BOYOLALI. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (719Kb) | Preview

    Abstract

    Dani Bina Margiana. D0310016. 2014 melalui skripsi berjudul “PERAN PETA SOSIAL MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI RESIKO BENCANA GUNUNG MERAPI DI DUKUH SEPI KELURAHAN JRAKAH SELO BOYOLALI” . Merupakan studi eksploratif dari Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta. Gunung Merapi tercipta dengan alamnya yang subur namun tidak dipungkiri siklus letusan setiap 5 tahun merupakan ancaman bagi jiwa, harta, maupun alam di sekitarnya. Kerugian dan ketidakberdayaan korban bencana menjadi pemicu munculnya berbagai upaya penanggulangan bencana, namun tidak sedikit upaya tersebut justru tidak tepat sasaran. Masyarakat memiliki dua sisi kehidupan, yakni kerentanan dan kapasitas. Kesinambungan antara upaya penanggulangan bencana dengan kerentanan dan kapasitas menjadi hal penting bagi masyarakat untuk dapat menghadapi risiko bencana gunung Merapi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali kondisi masyarakat secara partisipatif sebagai proses pemetaan kerentanan dan kapasitas pada masyarakat dukuh Sepi dalam menghadapi risiko bencana. Jenis penelitian eksplorasi untuk menggali lebih dalam tentang keunikan permasalahan yang terjadi di dukuh Sepi dimana hal ini menjadi latar belakang metode studi kasus, pemilihan sampel menggunakan sampel bertujuan (purposive sampling), pencarian data secara partisipatif melalui FGD (focus gorup discussion), wawancara mendalam, data sekunder dan observasi. Sebagai uji validitas data menggunakan proses triangulasi data. Teknik analisis data menggunakan VCA PRA (Vulnerability and Capacity Assesment Participatory Rural Appraisal). Teori yang digunakan adalah masyarakat risiko milik Ulrich Beck dan struktural fungsional Talcott Parson. Pemetaan dengan melibatkan masyarakat menghasilkan beberapa kriteria kerentanan dan kapasitas yang ada di masyarakat dukuh Sepi yakni kerentanan pada kondisi sosial salah satunya jumlah balita dan lansia yang banyak, di bidang ekonomi yaitu tabungan masyarakat berupa ternak, kerentanan lingkungan antara lain adalah jalur evakuasi hanya satu dan lokasi yang terpencil, permasalahanan kesehatan dimana kader kesehatan sangat sedikit dan pada kondisi politik yakni keberadaan Tim Siaga Desa yang sangat penting namun belum mendapatkan dukungan birokrasi yang memadai saat penanggulangan bencana. Kapasitas yang muncul antara lain adalah tanah yang subur dengan potensi tembakau dan sayuran, solidaritas masyarakat yang tinggi, kendaraan bermotor yang hampir merata, dan adanya kelompok relawan TSD (Tim Siaga Desa) yang aktif. Upaya untuk menghadapi risiko yang dilakukan oleh masyakat dukuh Sepi tidak lepas dari adanya modal sosial berupa rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama dan kepekaan terhadap tanda –tanda alam sebagai sarana EWS (Early Warning System) yang dilakukan secara titen warga dalam menghadapi kondisi darurat saat terjadi bencana, sosialisasi kebencanaan terhadap masyarakat, kerjasama dengan desa Winong dan Mojosongo sebagai tempat pengungsian masyarakat. Kata kunci : peran peta sosial, kerentanan dan kapasitas, risiko bencana

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
    H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
    Depositing User: Dhamar Aprilani Dwi Safitri
    Date Deposited: 20 Sep 2015 15:42
    Last Modified: 20 Sep 2015 15:42
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/19371

    Actions (login required)

    View Item