SISTEM REKRUTMEN GURU PRODUKTIF SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) PADA ERA SENTRALISASI (STUDI KASUS DI SURAKARTA)

Noviansyah, Wahyu (2014) SISTEM REKRUTMEN GURU PRODUKTIF SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) PADA ERA SENTRALISASI (STUDI KASUS DI SURAKARTA). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (198Kb) | Preview

    Abstract

    Tujuan Penelitian ini adalah : (1) Mengetahui rekrutmen guru produktif Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada era sentralisasi di Surakarta, (2) Mengetahui kelebihan dan kekurangan dari sistem rekrutmen guru produktif Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada era sentralisasi di Surakarta, (3) Mengetahui rekrutmen guru Produktif dalam pengembangan pembelajaran di Program Studi PTB. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Untuk memperoleh data yang dibutuhkan, langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan responden yang mengetahui secara persis rekrutmen guru produktif pada era sentralisasi. Kedua, peneliti melakukan wawancara kepada responden secara tidak terstruktur dan melakukan pengamatan yang sesuai dengan fokus penelitian juga secara tidak terstruktur. Ketiga, melakukan validasi data dengan triangulasi serta melakukan analisis data. Hasilnya berupa deskripsi tentang proses rekrutmen guru produktif SMK di era sentralisasi, kelebihan dan kekurangan dari rekrutmen guru produktif di era sentralisasi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa rekrutmen guru produktif Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada era sentralisasi dilakukan melalui Program Pengangkatan CPNS, yaitu Program Seleksi CPNS, Program D III Guru Kejuruan Teknologi (GKT) pada Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi (PPPGT) dan Program Tunjangan Ikatan Dinas (TID) yang masing-masing penyelenggara dan mekanisme rekrutmennya berbeda-beda. Untuk Program D III GKT dan Program TID merupakan model rekrutmen dengan pola Ikatan Dinas, karena calon guru produktif diberi kesempatan untuk menempuh pendidikan dengan biaya Pemerintah. Kelebihan rekrutmen guru produktif di era sentralisasi adalah distribusi guru yang merata, produk guru yang dihasilkan lebih terampil, tingkat transparansi KKN lebih rendah dan lain-lain. Kekurangannya adalah secara administrasi pengurusan berkas terlalu jauh, terdapat sistem titipan, pengawasan Pemerintah Pusat terhadap daerah masih kurang. Simpulan penelitian ini adalah rekrutmen guru produktif dilakukan melalui 3 program, yaitu : Program Seleksi CPNS, Program D III GKT dan Program Tunjangan Ikatan Dinas. Belum adanya kegiatan orientasi yang dilakukan oleh pihak sekolah. Melalui kelebihan rekrutmen guru produktif di era sentralisasi, Prodi PTB dapat mengembangakan materi perkuliahan pada mata kuliah profesi kependidikan sehingga mahasiswa mengetahui pola rekrutmen dan dapat meyiapkan diri untuk menghadapi rekrutmen guru PNS.Selain itu, Prodi PTB dapat mengadopsi kelebihan proses perkuliahan di PPPGT pada Program D III GKT, Kata Kunci : Rekrutmen Guru Produktif, Era Sentralisasi, kelebihan dan kekurangan, Program Pengangkatan CPNS, Prodi PTB

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Teknik Bangunan
    Depositing User: Muhammad Naufal Indriatmoko
    Date Deposited: 20 Sep 2015 01:12
    Last Modified: 20 Sep 2015 01:12
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/19364

    Actions (login required)

    View Item