PENGARUH RASIO SEMEN-FLY ASH TERHADAP RESISTENSI BETON HIGH VOLUME FLY ASH - SELF COMPACTING CONCRETE SETELAH TERPAPAR ASAM SULFAT

Tyas, Galuh Purbaning (2015) PENGARUH RASIO SEMEN-FLY ASH TERHADAP RESISTENSI BETON HIGH VOLUME FLY ASH - SELF COMPACTING CONCRETE SETELAH TERPAPAR ASAM SULFAT. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (510Kb) | Preview

    Abstract

    Struktur beton diharapkan memiliki keawetan dan ketahanan yang baik selama waktu yang direncanakan. Kurangnya ketahanan disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya berupa serangan zat kimia seperti asam sulfat. Serangan asam sulfat biasanya terjadi pada bangunan laut yang airnya mengandung klorida dan sulfat seperti pada pelabuhan, bangunan tepi pantai, pengeboran lepas, bangunan pengolahan limbah, dan industri air tanah. Asam sulfat merupakan zat kimia yang memiliki agresifitas yang cukup tinggi yang dapat merubah struktur pada beton. Bahan tambah fly ash dapat mengurangi dampak reaksi pasta semen pada beton dengan asam sulfat, meningkatkan kepadatan, dan workability. Penggunaan self compacting concrete juga akan menghasilkan beton dengan workability yang baik dan mengurangi penggunaan air. Kadar penggunaan fly ash pada beton hingga lebih dari 50% disebut dengan high volume fly ash – selfcompacting concrete. Kadar fly ash sebagai pengganti sebagian semen dalam beton yang cukup tinggi mampu memperkecil ruang antar agregat sehingga mengurangi reaksi beton dengan asam sulfat yang akan melarutkannya. Meningkatnya durabilitas beton sehubungan dengan penggunaan fly ash dapat ditunjukkan melalui uji resistensi beton dalam melawan serangan asam sulfat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Bahan dan Struktur Jurusan Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret. Untuk observasi pengujian perubahan struktur makro dan uji kuat tekan beton digunakan benda uji silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm sebanyak 144 buah. Untuk observasi penelitian struktur mikro yang dilakukan di Laboratorium MIPA Universitas Malang dengan menggunakan Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X Ray (SEM-EDX), digunakan benda uji slab slab persegi dengan ukuran 5 mm x 5 mm x 5 mm sebanyak 3 buah. Variasi penambahan kadar fly ash yang digunakan adalah 0% (sebagai pembanding), 50%, 55%, 60%, 65%, dan 70% total berat binder. Benda uji akan direndam dalam air dan asam sulfat (konsentrasi 5%). Pengambilan data benda uji penelitian struktur makro dan uji kuat tekan beton dilakukan saat beton umur 7 hari, 28 hari, 56 hari, dan 90 hari. Pengujian benda uji penelitian struktur mikro dilakukan saat beton umur 90 hari yang direndam air dan direndam asam sulfat. Hasil penelitian pada beton HVFA-SCC menunjukkan penggunaan fly ash yang semakin tinggi dalam campuran beton akan mengurangi dampak buruk akibat reaksi dengan asam sulfat. Beton HVFA-SCC kadar fly ash 65% memiliki perubahan struktur makro dan mikro yang baik, dan memiliki nilai kuat tekan yang optimum pada umur beton 90 hari dibandingkan variasi kadar fly ash lain setelah terpapar asam sulfat Kata kunci : fly ash, HVFA-SCC, Scanning Electron Microscope.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Muhammad Naufal Indriatmoko
    Date Deposited: 19 Sep 2015 14:56
    Last Modified: 19 Sep 2015 14:56
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/19340

    Actions (login required)

    View Item