MID REGIONAL PRO ATRIAL NATRIURETIK PEPTIDE (MR PRO ANP) SEBAGAI BIOMARKER DISFUNGSI SISTOLIK VENTRIKEL KIRI JANTUNG PADA SEPSIS STUDI HUBUNGAN TNF- α – PROCALCITONIN – MR PRO ANP – DISFUNGSI JANTUNG

Wasyanto, Trisulo (2015) MID REGIONAL PRO ATRIAL NATRIURETIK PEPTIDE (MR PRO ANP) SEBAGAI BIOMARKER DISFUNGSI SISTOLIK VENTRIKEL KIRI JANTUNG PADA SEPSIS STUDI HUBUNGAN TNF- α – PROCALCITONIN – MR PRO ANP – DISFUNGSI JANTUNG. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (351Kb) | Preview

    Abstract

    Latar belakang: Sepsis merupakan masalah kesehatan karena angka kesakitan dan kematiannya yang tinggi. Pelepasan sitokin pro inflamasi bersama faktor lain akan mengakibatkan disfungsi sistolik ventrikel kiri/DSVK jantung. Pada sepsis terjadi pelepasan MR pro ANP, PCT dan TNF-α karena stimuli sitokin pro inflamasi. Tujuan penelitian: Membuktikan MR pro ANP sebagai biomarker DSVK pada sepsis; mencari nilai AUC, sensitivitas, spesifisitas, cut off point dan probabilitas MR pro ANP, PCT dan TNF-α sebagai biomarker DSVK dan membuktikan adanya korelasi kadar TNF-α dengan MR pro-ANP serta adanya korelasi kadar MR pro ANP dengan PCT dan mencari prediktor diagnostik DSVK jantung yang terbaik. Metoda penelitian: Uji diagnostik non eksperimental dengan desain cross sectional, dilakukan pada 71 pasien sepsis setelah simple random sampling. Variabel yang diteliti MR pro ANP, PCT dan TNF-α serta LVEF dengan metoda Simpson. DSVK bila LVEF ≤ 45%. Data di lakukan analisis tabel 2x2 dan kurva ROC secara statistik menggunakan SPSS 22 for window. Hasil penelitian: Nilai AUC kadar MR pro ANP 0,84 (95% CI 0,73-0,95), p<0,001. Titik potong optimal pada ≥ 225,95 pmol/L dengan DOR sebesar 12,11. Nilai AUC kadar PCT 0,81 (95% CI 0,71 -0,91), p<0,001. Titik potong optimal PCT pada ≥ 7,875 ng/mL dengan DOR sebesar 5,55. Nilai AUC kadar TNF-α 0,73 (95% CI 0,60- 0,86), p<0,002. Titik potong optimal TNF-α pada ≥ 7,36 pg/mL dengan DOR sebesar 5,03. MR pro ANP berkorelasi positif lemah dengan TNF-α (r=0,197, p=0,100). MR pro ANP berkorelasi positif dengan PCT (r=0,309, p=0,009). Analisis multivariat didapatkan MR pro ANP sebagai predikor DSVK yang terbaik (AUC 0,78), kemudian PCT (AUC 0,70) dan TNF-α (AUC 0,69). Penggabungan MR pro ANP+PCT akan meningkatkan nilai diagnostik dengan AUC sebesar 0,87. Kesimpulan: MR proANP dapat digunakan sebagai biomarker DSVK. AUC MR pro ANP sebesar 0,84 (95% CI 0,73-0,95), p<0,001. Nilai cut off point pada ≥ 225,95 pmol/L dengan DOR 12,11. AUC PCT sebesar 0,81 (95% CI 0,71 -0,91), p<0,001 . Nilai cut off point pada ≥ 7,875 ng/mL dengan DOR 5,55 AUC TNF-α sebesar 0,71 (95% CI 0,60- 0,86), p<0,002. Nilai cut off point pada ≥ 7,36 pg/mL dengan DOR 5,03. TNF-α berkorelasi positif lemah dengan peningkatan kadar MR pro ANP. MR pro ANP berkorelasi positif dengan peningkatan kadar PCT. MR pro ANP prediktor diagnostik DSVK jantung yang terbaik. Penggabungan MR pro ANP + PCT merupakan prediktor diagnostik DSVK yang terbaik dan efisien. Kata kunci: biomarker, disfungsi sistolik ventrikel kiri, MR pro ANP, PCT, TNF-α

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RC Internal medicine
    Divisions: Pasca Sarjana > Doktor
    Pasca Sarjana > Doktor > Ilmu Kedokteran - S3
    Depositing User: Nur Aisyah Puji Utami
    Date Deposited: 18 Sep 2015 20:53
    Last Modified: 18 Sep 2015 20:53
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/19293

    Actions (login required)

    View Item