Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tepung Aren dan Mikroorganisme Lokal sebagai Larutan Nutrisi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Baby Kailan (Brassica oleracea) dengan Sistem Hidroponik

HARYANTO, VERANICA IN (2015) Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tepung Aren dan Mikroorganisme Lokal sebagai Larutan Nutrisi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Baby Kailan (Brassica oleracea) dengan Sistem Hidroponik. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (109Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Veranica In Haryanto. NIM S611308007. Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tepung Aren dan Mikroorganisme Lokal Sebagai Larutan Nutrisi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Baby Kailan (Brassica Oleracea L.) dengan Sistem Hidroponik. Penelitian ini dibawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Supriyono, MS; Prof. Dr. Samanhudi, SP, MSi. Program Studi Agronomi Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Kegiatan proses produksi tepung aren menghasilkan limbah cair yang menjadi permasalahan tersendiri bagi lingkungan sehingga perlu dicari alternatif pemanfaatannya. Limbah cair industri tepung aren mengandung unsur-unsur hara makro, seperti N (Nitrogen), P (Fosfor), K (Kalium), unsur hara mikro, seperti Cl (Khlor), Fe (Besi), Ma (Mangan), Cu (Tembaga), Zn (Seng), B (Barium) dan unsur hara sekunder, seperti Ca (Kalium), Mg (Magnesium), dan S (Belerang). Dengan demikian, limbah cair industri tepung aren dimungkinkan dapat dimanfaatkan sebagai larutan nutrisi pada budidaya tanaman baby kailan secara hidroponik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh macam MOL dalam pengomposan larutan nutrisi organik, mengetahui ketepatan konsentrasi larutan organik dari limbah cair industri terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman baby kailan, dan merumuskan komposisi nutrisi organik optimum yang berasal dari limbah organik dan mikroorganisme lokal yang dapat meningkatkan produksi tanaman baby kailan dengan teknologi hidroponik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan yang disusun secara faktorial. Faktor I : perlakuan larutan nutrisi organik (yang berasal dari limbah cair industri tepung aren dan mikroorganisme lokal) dengan empat taraf yaitu : Konsentrasi larutan 25%, 50%, 75% dan 100%. Faktor II: jenis mikroorganisme lokal yang digunakan sebagai dekomposer pada pembuatan larutan nutrisi organik limbah cair aren, yang terdiri dari empat taraf yaitu :MOL A (berbahan dasar usus ayam, nanas dan maja), MOL B(berbahan dasar usus ayam dan nanas), MOL C (berbahan dasar jeruk dan nanas) dan MOL D (berbahan dasar bonggol pisang). Hasil penelitian penggunaan limbah cair industri tepung aren dan mikroorganisme lokal sebagai sumber nuntrisi budidaya baby kailan secara hidroponik adalah : Penggunaan MOL berbahan dasar usus ayam, nanas, dan maja memberikan rerata tinggi tanaman, bobot segar tajuk, bobot kering brangkasan, serta rasio bobot kering tajuk dengan akar yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis MOL yang lain. Penggunaan konsentrasi larutan nutrisi sebesar 25% memberikan rerata jumlah daun, bobot segar tajuk, bobot kering brangkasan, volume akar serta bobot kering akar yang lebih tinggi dibanding dengan konsentrasi 50%, 75% dan 100%. Secara umum komposisi larutan nutrisi dengan penambahan MOL berbahan dasar usus ayam, nanas, dan maja pada konsentrasi 25% mampu menyediakan unsur hara yang dapat meningkatkan produksi tanaman baby kailan dengan teknik hidroponik. Kata Kunci: Limbah Cair Aren, Mikroorganisme lokal, Hidroponik, Baby Kailan

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Agronomi
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 22 Sep 2015 11:01
    Last Modified: 22 Sep 2015 11:01
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/19225

    Actions (login required)

    View Item